BERITA

Kuartal III/2022, Laba BUMN Capai Rp155 Triliun

Bumntrack.co.id. Jakarta – Di depan Komisi VI DPR RI, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan laba bersih konsolidasi perusahaan BUMN selama kuartal III/2022 telah mencapai Rp155 triliun atau naik sekitar 24 persen. Jumlah tersebut lebih tinggi dari laba bersih konsolidasi pada 2021 yang sebesar Rp124,7 triliun.

“Pada kuartal III/2022 laba konsolidasi meningkat jadi Rp155 triliun. Artinya terjadi konsolidasi efisiensi dan fokus pembangunan ekosistem,” kata Erick, dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (5/12/22).

Laba bersih konsolidasi BUMN bahkan dapat mencapai Rp209 triliun jika memasukkan laba hasil restrukturisasi Garuda Indonesia (GIAA) sebesar Rp54 triliun. Namun, nilai tersebut tidak dimasukkan dalam perhitungan, mengingat laba hasil restrukturisasi belum tentu terjadi lagi tahun depan.

Total kontribusi BUMN terhadap negara, baik dari pajak, bagi hasil, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen mencapai Rp1.198 triliun dari 9M20 hingga 9M22. Nilai tersebut lebih tinggi Rp68 triliun dibandingkan kontribusi kumulatif pada 2017-2019 yang mencapai Rp1.130 triliun.

Meningkatnya laba BUMN didorong baiknya kinerja beberapa sektor, seperti keuangan dan pertambangan (batu bara, mineral, dan migas). Laba 4 bank BUMN, misalnya, mencapai Rp85,6 triliun per 9M22, tumbuh 79% YoY. Sementara itu, laba emiten pertambangan BUMN juga melesat 64% YoY menjadi Rp17,6 triliun.

Selain BUMN yang melantai di bursa, laba BUMN jumbo seperti PLN juga melesat. Per 9M22, laba PLN mencapai 13,1 triliun rupiah (+28,6% YoY). Di Bursa Efek Indonesia, market cap emiten BUMN berkontribusi sekitar 23 persen dari total market cap IHSG. Mengingat besarnya kontribusi tersebut, Kementerian BUMN terus mendorong BUMN lain untuk melantai di bursa pada tahun depan.
 
Di BEI, performa BUMN lebih unggul daripada sektor swasta, capital gain emiten BUMN tercatat sebesar 8,2 persen dengan kumulatif dividen mencapai 9,8 persen. Sedangkan return yang diterima pemegang saham mencapai 18 persen. “Kalau melihat benchmarking private sector di bursa, capital gain dan kumulatif dividen, konsolidasi BUMN kita returnnya bisa 18 persen, artinya lebih baik dari private sector yang di mana capital gain dan kumulatif dividen sebesar 10,8 persen,” jelasnya.

Artikel Terkait

Back to top button