Laba Bersih Jasa Marga Rp3,7 Triliun, Turun 19,26 persen

Dirut Jasa Marga Rivan (Foto: Ist)
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Laporan keuangan tahun 2025, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat peningkatan pendapatan usaha sebesar 5,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp19,8 triliun. Peningkatan ini didorong oleh kontribusi utama dari pendapatan tol sebesar Rp18,2 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp1,6 triliun.

EBITDA meningkat dibandingkan periode sebelumnya menjadi sebesar Rp13,3 triliun. Jasa Marga juga berhasil menjaga kestabilan kinerja Perseroan dengan capaian EBITDA Margin pada level yang tangguh, yakni 67,0%.

Atas seluruh kinerja Perseroan yang positif tersebut, core profit Perseroan tercatat stabil sebesar Rp3,7 triliun. Laba bersih tersebut turun 19,26 persen secara tahunan atau dari tahun sebelumnya.

Stabilitas core profit ini tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% (yoy).

“Core profit dan kinerja Perseroan sepanjang 2025 didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta penurunan beban keuangan secara konsolidasi sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada Kuartal IV Tahun 2024,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono di Jakarta, Selasa (3/3/26).

Pada tahun 2024, Perseroan menggandeng mitra strategis melalui aksi korporasi equity financing PT JTT, dimana Perseroan tetap menjadi pengendali utama dengan kepemilikan saham sebesar 65%. Strategi ini terbukti mampu memperkuat kapasitas keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan Perseroan.

“Yang bertumbuh secara konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan tetap stabil dan resilien,” jelas Rivan.

Efek positif dari langkah tersebut tercermin pada perbaikan rasio solvabilitas di tahun 2025, yang ditunjukkan dengan peningkatan Interest Coverage Ratio (ICR) menjadi 3,7x. Di sisi lain, rasio Interest Bearing Debt to Total Equity (DER) terjaga pada level yang sangat sehat, yakni 1,2x. Hal ini mengukuhkan kemampuan Perseroan dalam menjaga rasio covenant di tengah kebutuhan ekspansi bisnis dan pengoperasian ruas tol baru.

Perseroan masih memegang posisi market leader di industri jalan tol dengan total panjang jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.294 KM dari total konsesi sepanjang 1.736 KM yang dikelola oleh Perseroan.

Jumlah ini merepresentasikan 42% dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia. Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatatkan pertumbuhan total volume transaksi di jalan tol sebesar 0,35% yoy atau mencapai 1,3 miliar kendaraan pada 2025, dengan lalu lintas harian rata- rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan.

Sepanjang tahun 2025, Perseroan melanjutkan pembangunan sejumlah ruas jalan tol dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan antara lain Jalan Tol Probolinggo- Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban. Menjelang periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 mendatang, sebanyak empat dari lima ruas jalan tol dimaksud tengah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran distribusi lalu lintas dengan beroperasi secara fungsional tanpa tarif.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.