BERITA
Trending

Lima BUMN Sepakati Jual Beli Saham, PT HIN Ditunjuk Sebagai Holding Operatorship Hotel BUMN

Inaya Putri Bali. Hotel bintang lima yang dikelola oleh PT HIN di kawasan prestius Nusa Dua, Bali.

Sebagai tindak lanjut pembentukan Holding Hotel BUMN, sebanyak lima BUMN yang terlibat menandatangani kesepakatan “Komitmen Jual Beli Saham”.

Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour (Persero), Iswandi Said, Direktur Utama Wika Realty, Koko Cahyo Kuncoro, Plt Direktur Utama PT Patra Jasa, Teddy Kurniawan Gusti, Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto, Direktur Utama Aerowisata, Beni Gunawan serta disaksikan oleh Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmojo.

Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman Bersama Rencana Konsolidasi Bisnis Hotel BUMNyang telah ditandatangani pada September 2020 lalu. Dalam pembentukan holding tahap pertama, 22 hotel milik empat BUMN akan bergabung.

Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan holding ini merupakan bagian dari perampingan BUMN sebagai institusi bisnis dan global player, menjalankan dan mendukung program pemerintah di bidang pariwisata, serta meningkatkan daya saing dan penciptaan nilai dari konsolidasi bisnis hotel BUMN.

“Konsolidasi bisnis hotel ini sejalan dengan langkah menjadikan BUMN sebagai institusi bisnis yang kompetitif sekaligus mengatur lini bisnis hotel BUMN, sehingga BUMN Induk yang sebelumnya membawahi anak-anak usaha hotel dapat dapat menjalankan bisnis sesuai bisnis inti yang dimiliki,” ujar Kartika dalam keterangan tertulis akhir Desember 2020.

Penandatanganan Komitmen merupakan bagian pertama dariĀ  pembentukan holding hotel, dimana pada tahap ini terdapat 22 hotelĀ  yang akan terkonsolidasi dalam pembentukan “Holding Hotel BUMN”, yaitu 11 milik hotel PT Hotel Indonesia Natour, 1 hotel Aerowisata, 1 hotel Patra Jasa, dan 9 hotel milik Pegadaian.

Inaya Putri Bali, hotel bintang lima milik PT HIN yang beroperasi di kawasan preatisius Nusa Dua, Bali.

Dalam pengelolaan dan pengembangan Holding Hotel BUMN ke depan, nantinya akan terdapat dua program holding, yaitu “holding ownership” yang akan dilaksanakan oleh PT Wijaya Karya Realty, dan “holding operatorship” yang akan dilaksanakan oleh PT Hotel Indonesia Natour (Persero).

Sebagai “holding operatorship”, PT Hotel Indonesia Natour kelak akan melaksanakan pengelolaan dan pengembangan 106 hotel BUMN yang menjadi anggota “Holding Hotel BUMN” sebagai “jaringan hotel Indonesia” (Hotel Indonesia Chain) atau “flagship” hotel Indonesia. Disamping hotel-hotel BUMN, jaringan hotel  Indonesia tersebut juga akan menerima keanggotaan hotel milik swasta.

Sebagai jaringan hotel yang akan mengedepankan  layanan dengan keramahtamahan khas Indonesia dan menampilkan berbagai kearifan lokal, “jaringan hotel Indonesia” akan kompetitif dalam persaingan industri perhotelan di dalam dan luar negeri.

Artikel Terkait

Back to top button