BERITA

Menparenkraf Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan Bandara Ngurah Rai Bali

Jakarta, Bumntrack.co.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada masa libur Natal dan Tahun Baru ini. 

“Saya sangat mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang sudah sangat sangat bagus, terutama terkait penerapan physical distancing, kecepatan pelayanan pemeriksaan kedatangan penumpang, dan sistem pengambilan bagasi penumpang,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (28/12).

Dirinya melihat secara langsung penerapan protokol kesehatan yang hanya bertambah 3 detik dari keseluruhan tahapan yang mengacu pada protokol yang sudah ditetapkan. “Saya harapkan kepatuhan dari para wisatawan dan para pengunjung yang datang ke Bali dari seluruh daerah, karena ini untuk kepentingan kita bersama. Kita patuhi dengan betul-betul ketat dan disiplin,” ujar Sandiaga.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi  menyampaikan bahwa Angkasa Pura I telah menerapkan protokol kesehatan dan prosedur pelayanan dalam masa adaptasi kebiasaan baru di 15 bandara yang dikelola. Hal ini merupakan komitmen perseroan untuk mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan tetap memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang yang  melakukan perjalanan udara, khususnya pada masa libur Natal dan Tahun Baru ini.

“Selain memastikan penerapan physical distancing dan kecepatan pelayanan penumpang, kami juga selalu memastikan kebersihan pada fasilitas-fasilitas publik seperti konter check in, trolley, self check in machine, security check point (tray & x-ray), toilet, boarding pass scanner, hand rail, arm chair, dan lainnya di bandara dengan melakukan pembersihan secara intens dan berkala menggunakan disinfektan,” tambah Faik Fahmi.

Selain itu, Angkasa Pura I juga mendorong mitra usaha atau tenant di bandara untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru dalam pelayanan kepada pengguna jasa bandara dengan melalui penerapan:

  1. Menyediakan peralatan pelindung yang mungkin dibutuhkan karyawan, seperti pelindung wajah, sarung tangan, masker dan pemeriksaan kondisi kesehatan (38°C).
  2. Penyesuaian ruang kerja dan bisnis sesuai dengan panduan jarak fisik yang berlaku.
  3. Penyediaan beberapa stasiun pembersih tangan dan atau wastafel di seluruh area disertai dengan rambu/petunjuk yang memadai untuk penumpang.
  4. Mempertimbangkan langkah-langkah perlindungan baru, seperti pemasangan perisai plexiglass antara karyawan yang berhadapan dengan pelanggan.
  5. Menganjurkan penggunaan tiang penopang antrean dan atau marka lantai untuk mengampanyekan penerapan jaga jarak fisik.
  6. Meningkatkan intensitas pembersihan dan disinfeksi sebelum dan sesudah digunakan serta menyesuaikan jumlah staf yang dialokasikan untuk pelaksanaan pembersihan berdasarkan kapasitas atau volume penerbangan dan penumpang.
  7. Implementasi pengaturan sirkulasi, jumlah pengunjung atau antrean dan batas waktu kunjungan di pintu masuk dan keluar untuk mencegah keramaian atau kerumunan.
  8. Menyaratkan penggunaan peralatan makan sekali pakai dan penyediaan makanan dan minuman dalam kemasan untuk dibawa pulang dan atau dimakan di tempat.

9.Mengelola limbah secara efisien untuk meminimalkan penyebaran penyakit ke seluruh siklus hidup pemangku kepentingan dan titik kontak pengelolaan limbah.

Sedangkan kepada petugas operasional yang bertugas, Angkasa Pura I mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Did (APD) seperti kacamata pelindung (goggles), pelindung wajah (face shield), masker, sarung tangan serta menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di area-area terminal. 

Selain itu untuk pelaksanaan physical distancing kami telah melakukan pengaturan jarak antrian minimal 1,5 meter pada area check-in counter, security check point, imigrasi, boarding lounge, garbarata, area baggage claim, serta area tunggu transportasi publik.

“Penggunaan teknologi juga dilakukan melalui Airport Operation Control Center (AOCC) yang berfungsi untuk mengendalikan dan memonitor operasional bandara secara real time dan memastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-1 9. Selain itu diterapkan juga virtual customer service, boarding pass scanner serta digital meeting point (DMP) untuk meminimalisir interaksi langsung dengan penumpang dan mempermudah penjemputan penumpang, khususnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” imbuh Faik.

Sebagai informasi, trafik penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali sejak hari pertama Posko Angkutan Nataru pada 18 hingga 25 Desember 2020 mencapai 108.937 orang. 

Sedangkan trafik penumpang di 15 bandara Angkasa Pura I pada periode 18 hingga 25 Desember 2020 mencapai 878.667 orang. Trafik tertinggi pada periode ini terdapat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan 199.938 orang, diikuti oleh Bandara Juanda Surabaya dengan trafik penumpang mencapai 174.709 orang. Puncak arus mudik libur Natal 2020 terjadi pada Kamis (24/12) dengan trafik penumpang mencapai 123.969 orang.

Artikel Terkait

Back to top button