Jakarta, Bumntrack.co.id– Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Vladivostok dalam rangka menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 sekaligus mempererat hubungan bilateral Indonesia-Rusia.
Sejumlah menteri mendampingi Presiden, termasuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
“Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan tersebut memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi yang sudah disepakati di tingkat Kepala Negara,” tutur Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, dilansir dari keterangan resmi yang diperoleh di Jakarta pada hari Jumat (4/9).
Kolaborasi dengan Rusia didasari oleh agenda ketahanan energi nasional. Bahlil menyebutkan bahwa Presiden telah memerintahkannya untuk memastikan setiap kesepakatan terealisasi.
“Kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat,” jelas Bahlil di Vladivostok pada hari Kamis (3/9).
Presiden Prabowo memilih Rusia sebab Negeri Beruang Merah memiliki ilmu pengetahuan, teknologi, serta kapabilitas di bidang energi.
Interaksi tidak terbatas pada kegiatan yang berhubungan dengan migas sebab Indonesia juga membuka pintu bagi Pemerintah Rusia untuk berinvestasi di sektor energi terbarukan, listrik, maupun nuklir.
“Indonesia menawarkan hubungan perdagangan yang adil kepada negara-negara yang ingin menjalin kerja sama.” imbuh Presiden dalam EEF.
Rusia memberikan sinyal yang positif. Menurut Kremlin, Indonesia merupakan salah satu partner penting di Asia Tenggara. Selain itu, perdagangan antara kedua negara mengalami kenaikan 12% pada tahun 2025.
“Kami terus bekerja sama di semua platform internasional, termasuk PBB.” ujar Presiden Rusia Vladimir Putin.
Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka








