BERITA

Meski Pandemi Covid-19, Hutama Karya Kebut Pembangunan Bendungan Meninting

Jakarta, Bumntrack.co.id – Dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama PT Bahagia Bangunnusa mengerjakan Paket I Pembangunan Bendungan Menintin dengan lingkup pekerjaan Bendungan Utama yang ditargetkan akan rampung pada Oktober 2023.

“Bendungan Meninting memiliki tipe Random Batu dengan Inti Tegak dengan volume bendungan sebesar 12,18 juta m3 dan luas genangan sebesar 53,60 Ha. Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diharapkan dapat mengairi daerah irigasi seluas 1.559,29 Ha, memenuhi kebutuhan air baku sebesar 0,15 m3/detik, serta dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik sebesar 0,8 MW,” kata Direktur Operasi II Hutama Karya, Novias Nurendra dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (12/1).

Saat ini progres pembangunan Bendungan Meninting mencapai 6,578 persen lebih cepat dari Master Schedule yang telah ditentukan. “Sekarang tim di lapangan sedang mengerjakan penggalian tanah di atas permukaan sungai yang ditargetkan selesai pada April 2021. Sementara untuk pekerjaan selanjutnya yaitu penggalian di bawah level sungai baru bisa dikerjakan setelah bangunan pengelak atau divertion tunnel selesai dibangun,” terang Novias.

Untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan tepat waktu, Hutama Karya menggunakan sistem teknologi Building Information Modelling (BIM) yang dapat mengontrol kesesuaian desain, material take off, serta schedule monitoring. Selain BIM, proyek ini juga telah menerapkan sistem informasi berbasis online yang merupakan Dashboard Proyek yang diberi nama Dashboard Meninting sehingga informasi proyek dapat dipantau secara online di manapun dan kapanpun melalui handphone berbasis android.

Ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam pembangunan bendungan ini seperti pembebasan lahan yang masih berjalan serta kendala teknis berupa area water loss yang ditemukan saat proses soil investigation. Hal ini membuat tim proyek melakukan beberapa penyesuaian agar tidak menghambat progres pembangunan. Beberapa pekerjaan harus dilakukan secara paralel seperti pekerjaan timbunan, grout cap dan grouting pada area galian yang telah selesai dikerjakan.

“Karena dikerjakan dalam masa pandemi, Hutama Karya juga senantiasa mengutamakan kesehatan dan keselamatan pekerja dengan menerapkan protokol kesehatan 3M secara ketat seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan,” terangnya.

Dirinya berharap proyek-proyek Hutama Karya dapat memberikan manfaat dan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar. “Selain memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar di sektor konstruksi, kami juga berharap nantinya Bendungan Meninting ini akan mengembangkan industri perikanan air tawar non keramba serta menciptakan objek wisata baru dengan adanya rencana sinkronisasi pembangunan track sepeda berstandar Internasional sepanjang 60 KM menembus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,” ujarnya.

Jika sudah terbangun, Bendungan Meninting memang digadang-gadang akan meningkatkan perekonomian dan taraf hidup masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata. Bendungan Meninting berpotensi menjadi salah satu kawasan wisata unggulan di Lombok Barat. Pasalnya daerah itu kerap menjadi jalur trekking para pesepeda gunung. Selain itu, juga ada rencana pembangunan Museum Bendungan di sekitar Bendungan Meninting yang dapat menjadi daya tarik wisatawan.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button