BERITA

Meski Penumpang KA Reguler Meningkat 49 Persen, 6.558 Gagal Naik Kereta

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume penumpang kereta api jarak jauh dan lokal reguler terus meningkat. Pada 22 Juni terdapat sebanyak 29.560 penumpang yang diberangkatkan atau naik 49 persen dibandingkan 12 Juni yaitu 19.884 penumpang.

“Pada masa New Normal, KAI secara ketat menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di moda transportasi kereta api. Tujuannya agar masyarakat dapat bepergian menggunakan kereta api dengan selamat, aman, nyaman, dan sehat sampai di tujuan,” kata ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus di Jakarta, Rabu (24/6).

Hingga 22 Juni, terdapat 6.558 penumpang KA Jarak Jauh dan Lokal yang ditolak untuk melanjutkan keberangkatan karena tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah melalui SE Gugus Tugas Covid-19 No 7 Tahun 2020 dan SE DJKA No 14 Tahun 2020.

“Hal ini menunjukkan, bahwa KAI melaksanakan verifikasi persyaratan secara ketat sebelum mengizinkan penumpang untuk naik kereta api,” tegasnya.

Pada masa New Normal, loket stasiun hanya melayani pembelian tiket go show atau 3 jam sebelum jadwal keberangkatan. Layanan reservasi tiket dilakukan secara online mulai h-7 keberangkatan salah satunya melalui aplikasi KAI Access.

Selain bisa memesan tiket jauh-jauh hari, KAI Access juga memiliki fitur e-boarding pass yang membuat penumpang tidak perlu mencetak boarding pass melalui mesin Check In Counter di stasiun. Hal ini sangat bermanfaat untuk mengurangi sentuhan dengan fasilitas stasiun.

Fitur unggulan lain KAI Access adalah cancelation dan reschedule online. Melalui fitur ini, penumpang yang ingin membatalkan perjalanan atau mengubah jadwalnya tidak perlu lagi mendatangi loket atau customer service di stasiun.
Meski di tengah pandemi, KAI tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan.

“Berbagai inovasi yang dihadirkan, bertujuan untuk memudahkan masyarakat yang ingin menggunakan layanan KAI sehingga tetap dapat menjaga physical distancing di tengah pandemi Covid-19,” tutup Joni.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button