Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, PLN: Dua Pembangkit Besar Alami Kendala Teknis

PLN Menyampaikan Permintaan Maaf atas Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Buntut dari pemadaman listrik yang sering terjadi di Pulau Jawa dalam beberapa hari terakhir, Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama PT Perusahaan Listrik negara (PLN) menyampaikan permintaan maaf.

“Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini (pemadaman bergilir),” ujar Darmawan di Jakarta,

PLN menyiapkan dua langkah untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di jawa. Pertama, PLN berjanji akan segera merampungkan kontrak dagang dengan pemasok batu bara, terutama yang berkalori sedang. Kedua, PLN sudah berkoordinasi secara intens dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) dalam rangka mempercepat proses penandatanganan kontrak.

Hingga tanggal 19 Juni, batu bara mulai mengalir ke beberapa pembangkit listrik milik PLN maupun swasta. Berikut adalah nama-nama pembangkit listrik yang disebutkan:

  1. Jawa bagian barat: PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuhan, PLTU Suralaya (1 hingga 8), PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu.
  2. Jawa bagian timur: PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, serta PLTU Tanjung Awar-Awar.

Darmawan mengkonfirmasi kembali fakta soal adanya dua pembangkit besar yang sedang mengalami kendala teknis. Oleh karena itu, PLN sedang berupaya semampu mungkin untuk segera memperbaikinya.

Salah satu pembangkit listrik milik mitra swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang mengalami gangguan operasional pada pekan lalu telah berhasil dipulihkan. Pembangkit tersebut kembali beroperasi dan tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu (21/6) pukul 18.00 WIB.

“Salah satu pembangkit besar yang sempat gangguan telah berhasil dipulihkan dan telah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa serta mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Dengan demikian, pemadaman bergilir yang terjadi pada minggu lalu saat ini telah berhasil diminimalisasi,” jelas Darmawan.

Saat ini PLN tengah mempercepat penyelesaian proses kontrak dan pengaturan logistik dengan perusahaan-perusahaan batu bara yang telah memperoleh penugasan Pemerintah. Langkah ini dilakukan agar pasokan batu bara yang telah tersedia dapat segera masuk ke rantai pasok pembangkit dan mendukung peningkatan keandalan sistem kelistrikan.

“Kami bekerja all out siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan,” pungkas Darmawan.

Terkait batu bara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia hanya melakukan alokasi, sedangkan urusan teknis seperti maintenance merupakan tanggung jawab PLN. Bahlil turut menekankan bahwa pemerintah sudah melakukan mitigasi dalam bentuk rapat evaluasi kontrol dengan PLN.

“Tugas saya sebagai menteri ESDM yang membidangi bidang energi melakukan pengawasan dan meminta kepada PLN sebagai eksekutor terhadap listrik untuk melakukan percepatan mitigasi yang terukur agar bisa kita lakukan pelayanan yang baik,” ucap Bahlil.

Untuk diketahui, Harga batu bara di pasar internasional saat ini berada pada kisaran USD123 hingga USD145 per ton. Angka tersebut dua kali lipat lebih besar daripada Domestic Market Obligation (DMO) yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM sejak tahun 2018, yakni USD70 per ton.

Akibat DMO yang tidak pernah berubah selama hampir sepuluh tahun, banyak produsen batu bara lebih memilih untuk menjual komoditi ke luar Indonesia. Selain itu, meskipun kebijakan ekspor satu pintu sudah disahkan pada awal bulan Juni, pelaksanaannya baru efektif pada tahun 2027.

Dalam beberapa kesempatan, Bahlil menyebutkan bahwa PLN memerlukan 154 ton batu bara berkalori sedang, sedangkan PLN baru mendapatkan pasokan batu bara sebesar 134 ton atau sedang kekurangan sekitar 20 juta ton.

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.