Pembangunan Lapangan Gas Abadi Masela Resmi Dimulai

Peletakan batu pertama Blok Masela
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id– Pembangunan fisik proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, telas resmi dimulai sejak hari Kamis (16/7). Peletakan batu pertama dapat dilaksanakan setelah menunggu lebih dari dua dekade.

Pembangunan Lapangan Gas Abadi Masela dinilai akan mendatangkan beberapa manfaat ekonomi. Salah satunya adalah terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat Maluku.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil lahadalia, menyebutkan bahwa 30% lowongan pekerjaan akan diberikan kepada penduduk Maluku, termasuk Kepulauan Tanimbar.

Kehadiran proyek yang diinvestasi sebesar USD20,9 miliar itu turut akan membawa keuntungan fiskal bagi daerah maupun negara.

Merujuk dari situs Kementerian ESDM (16/7), Indonesia akan mendapatkan USD137,8 miliar, peningkatan produk domestik bruto (PDB) senilai USD95 miliar untuk provinsi Maluku, dan pertumbuhan PDB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar USD92 miliar.

“Di luar manfaat ekonomi dan fiskal, Proyek Abadi Masela juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung dan UMKM di Maluku, mempercepat pembangunan infrastruktur kawasan, meningkatkan alih pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat ketahanan energi nasional melalui penyediaan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) bagi kebutuhan industri,” jelas Bahlil.

Terkait konsumsi, Pemerintah telah memutuskan bahwa 60% LNG akan disalurkan untuk kebutuhan domestik seperti industri pupuk, kelistrikan, dan hilirisasi. Pemerintah juga sudah memberi lampu hijau untuk kegiatan ekspor LNG dengan batas maksimal 40% dari keseluruhan produksi.

Selain pemasokan 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari, Lapangan Gas Abadi Masela diproyeksikan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun serta 35 ribu baret kondensat per hari.

Dalam rangka menunjang produksi, Abadi Masela akan dilengkapi oleh sistem pengeboran dan produksi bawah laut, fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO), pipa gas ekspor sepanjang sekitar 175 km, kilang LNG di darat, dan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.