KOLOM PAKAR

Pemilu Berdampak Positif pada Pasar Modal

Oleh: Dr. Hans Kwee

Co-Founder Pasardana

Pemilu yang akan dilaksanakan 14 Februari 2024, salah satunya untuk memilih presiden, merupakan hal penting. Ke depan kita sangat berharap presiden terpilih mampu membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik. Indonesia akan memasuki era bonus demografi sehingga perlu pemimpin yang dapat menaungi masyarakat. Indonesia juga membutuhkan pemimpin yang memiliki konsep. Misal konsep maritim yang jelas agar mampu membawa Indonesia bertumbuh menjadi lebih kuat.

Pemilu biasanya berdampak positif bagi pasar modal. Sebenarnya bukan masalah satu putaran atau dua putaran. Yang penting adalah pemilu harus berlangung jujur, bebas dan adil. Semua pihak harus meminimalisir potensi kecurangan untuk mencegah penolakan hasil pemilu. Yang dikhawatirkan pelaku pasar adalah timbul penolakan hasil pemilu lewat demonstrasi yang anarkis akibat dugaan kecurangan pemilu.

Seperti pernah terjadi pada Pemilu 2019. Ketika itu salah satu pasangan calon (paslon) melakukan protes dan menolak hasil pemilu sehingga pasar saham merespons negatif peristiwa tersebut. Selanjutnya terjadi kerusuhan di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) sehingga mengakibatkan terjadinya koreksi harga saham yang cukup dalam.

Setelah paslon yang kalah mengakui kekalahannya dan mendukung paslon yang menang, pasar pun merespons positif dan mengakibatkan pasar saham kembali rebound. Jadi, penolakan hasil pemilu merupakan faktor penting yang berpengaruh terhadap stabilitas pasar.

Secara umum, pasar saham positif menyikapi pemilu. Biasanya menjelang pemilu konsumsi masyarakat meningkat. Ini merupakan hal positif bagi sektor customer goods. Lalu setelah pemilu selesai dan sudah diketahui presiden terpilih, biasanya investasi mulai bergerak masuk. Terutama ke sektor-sektor yang dijadikan prioritas oleh sang pemenang kontestasi. Kalau diperhatikan, hampir seluruh sektor diprediksi akan positif.

Bila dicermati, program setiap paslon ternyata mirip-mirip. Pada pasangan Ganjar – Mahfud, salah satu penekannya adalah pengembangan sektor maritim. Kita juga melihat adanya program hilirisasi nikel yang memiliki dampak positif terhadap perekonomian. Meskipun ada pihak yang menentang karena berkaitan dengan isu penguasaan asing dan pencemaran lingkungan.

Hilirisasi Dorong Perekonomian                                                     

Bila pemerintah yang akan datang melakukan hilirisasi pada sektor kelautan atau maritim, maka nilai tambahnya akan besar sekali bagi perekonomian Indonesia. Karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Begitu juga bila pemerintah melakukan hilirisasi terhadap produk rempah-rempah, akan membuat ekonomi Indonesia lebih maju. Itu salah satu visi yang bagus dari Paslon 03.

Kalau Paslon 01, salah satu programnya adalah hendak melakukan pemerataan dengan membangun 40 kota setara Jakarta. Jika program tersebut direalisasikan dapat mendorong pertumbuhan infrastruktur, konstruksi dan juga berdampak positf bagi perekonomian.

Sementara Paslon 02 mempunyai program makan siang dan susu gratis. Hanya saja program tersebut kurang realistis mengingat Indonesia masih mengimpor susu. Kalau memang progam tersebut direalisasikan dikhawatirkan impor susu sapi Indonesia akan meningkat. Jadi niat memberikan susu gratis malah akan menjadi permasalahan bagi pemerintah.

Memang program makan siang gratis bagus untuk membantu mendorong perekonomian. Tetapi yang perlu di perhatikan adalah soal teknis pelaksanannya karena Indonesia sangat besar dan luas. Pasti dibutuhkan banyak provider penyedia makanan untuk mendukung program tersebut, tetapi bagaimana teknis pembayarannya agar tidak terlambat dan bermasalah. Bila program ini berjalan lancar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi.

Semua capres pro terhadap BUMN sehingga siapapun presidennya pasti akan berupaya membuat BUMN semakin bagus kinerjanya. Bahkan sempat beredar isu, Timses Anies akan mengubah BUMN menjadi koperasi. Namun isu tersebut langsung dibantah. Ini menunjukan bahwa semua kandidat capres pro terhadap BUMN sehingga tetap menjadi lokomotif perumbuhan ekonomi Indonesia.

Pekerjaan rumah BUMN, salah satunya adalah mengelola BUMN karya yang masih bermasalah. Kita menunggu presiden baru untuk secepatnya membenahi masalah yang menimpa BUMN konstruksi. Terlebih BUMN konstruksi masih sangat prospek.

Adapun terkait program hilirisasi yang sudah dijalankan pemerintah, saat ini baru pada produk tambang nikel. Ke depan yang potensial dihilirisasi adalah timah, Indonesia merupakan negara penyumbang timah terbesar dunia. Kita juga mempunyai juga mempunyai BUMN Perkebunan yakni PTPN yang belum go public namun memiliki protensi besar.

Indonesia merupakan negara penghasil rempah-rempah yang hanya tumbuh di kawasan tropis.  Kalau BUMN Perkebunan masuk ke segman bisnis rempah-rempah, akan sangat bagus. Begitu pula BUMN kelautan. Komoditas rumput laut bila diolah dengan optimal maka hasilnya sangat menguntungkan bagi Indonesia. 

Bila pemerintah juga mengembangkan konsep blue economics, sangat bagus untuk mendorong perekonomian nasional. Didunia saat ini sudah ada banyak teknologi kemaritiman. Misal teknologi pada kapal tangkap ikan sudah bisa diarahkan berlayar menuju ke wilayah yang banyak ikan sedang berkumpul sehingga hasil tangkapan menjadi lebih banyak. Bahkan bila ikan hasil tangkapan mentah tersebut bisa langsung diekspor ke Jepang, hasilnya sangat besar.  Atau sebagian dari ikan hasil tangkapan tersebut diolah lalu dijual dalam bentuk kalengan.

Program penyediaan internet gratis juga menjadi perhatian paslon 03. Bila progam tersebut bisa diterapkan akan berdampak positif terhadap BUMN Telekomunikasi. PT Telkom menjadi pemanin terbesar dalam bisnis konektivitas dan menegang infrastruktur teknologi telkomunikasi terbesar di Indonesia. Tentu Telkom akan berperan besar dalam proses digitalisasi dan diperkirakan Telkom akan bermain pada konten.

Secara umum saham-saham BUMN masih bagus. Namun kita tidak bisa memastikan arah Presiden  ke depan. Memang era Pak Jokowi lebih BUMN sentris. Salah satu program Kementerian BUMN adalah saling dukung antar-BUMN. Dimana BUMN satu membeli barang BUMN lainnya, ini membuat BUMN mendominasi. Namun tetap harus mewaspadai karena setiap ada pergantian pimpinan, biasanya akan ada penggantian kebijakan. Selalu ada saja perubahan yang perlu dicermati.

Artikel Terkait

Back to top button