CSR

Perkuat Ketahanan Pangan, BUMN Bangun Sistem Pengolahan Beras Terpadu

Jakarta, Bumntrack.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M.Soemarno mendorong BUMN untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui program kewirausahaan petani yang bertujuan mengoptimalkan penjualan produk-produk pertanian. Salah satunya BUMN membangun Sistem Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kec. Kutowinangun, Kab Kebumen, Jawa Tengah.

“Sinergi ini merupakan wujud dari komitmen bersama dalam mendorong kesejahteraan petani. Kehadiran Sentra Pengolahan Beras Terpadu ini akan membantu menaikan pendapatan petani Kaliputih khususnya dan di Kebumen umumnya,” kata Menteri Rini dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (2/10).

Seperti diketahui, Sistem Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau Integrated Rice Center sendiri merupakan tahapan dalam Program Mewirausahakan Petani untuk mendukung Petani setelah masa Pra-Tanam & Tanam, yaitu khususnya pada masa Panen & Pasca Panen. Rencananya, SPBT ini akan membantu meningkatkan produksi beras dan kesejahtaraan hampir 170 ribu petani di Kebumen.

SPBT yang akan dibangun memiliki kapasitas produksi beras sebesar 3 ton/jam dan akan dikelola oleh kelembagaan berbentuk Perseroan Terbatas. Tidak hanya mengolah gabah petani saja, SPBT ini nantinya juga mampu menyerap beras medium dari usaha pengolahan beras tradisional setempat. Alhasil, SPBT akan dapat berproduksi sepanjang musim serta tidak mematikan usaha pengolahan padi setempat. Dalam pembangunannya, SPBT ini juga akan dilengkapi dengan timbangan digital, gudang penyimpanan, perkantoran, dan tempat pembinaan.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto menyatakan, Program Wirausaha Petani ini sebelumnya dikoordinasikan BUMN di masing-masing wilayah melalui pembentukan kelembagaan Perseroan Terbatas (PT). “Sejalan dengan visi BUMN hadir untuk negeri, kami mengimplementasikan program ini dengan mengusung pendekatan dari petani, oleh petani dan untuk petani. Harapannya, tentu petani akan memiliki kemampuan yang lebih, tidak hanya mengelola lahan pertanian, tapi juga dari sisi manajemen perusahaan,” kata Sulaiman.

Para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) disinergikan secara kelembagaan dengan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk menghasilkan suatu usaha yang berskala ekonomi dan professional agar mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat sekitar secara berkesinambungan dalam jangka panjang. Untuk memastikan kualitas hasil tanam pada program SPBT, PT yang dibentuk akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat untuk mendapatkan pembinaan tentang perencanaan tanam dan cara budidaya tani terbaik.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina sebagai BUMN senantiasa mendukung program-program pemerintah dan selalu berupaya berkontribusi positif untuk masyarakat.

“Selaku BUMN, sudah merupakan tugas Pertamina untuk terus memberikan sumbangsih kepada negara dan masyarakat. Melalui kerjasama dengan Bank Mandiri yang merupakan bentuk sinergi BUMN, kami bertujuan mengharaapkan agar kegiatan ini dapat menjadi nilai tambah untuk masyarakat Kebumen pada khususnya dan meningkatkan ketahanan pangan secara nasional pada umumnya,” terang Nicke.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close