Perkuat Layanan Air Bersih, KemenPU Tambah 57 Titik Sumur Bor di Aceh

KemenPU Tambah 57 Titik Sumur Bor di Aceh
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh terus mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembangunan sarana sumur dangkal dan sumur bor dalam.

Di luar pekerjaan penanganan 24 titik sumur bor yang dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, BPBPK Aceh juga mengerjakan pengeboran 57 titik sumur bor tersebar di sejumlah kabupaten/kota terdampak bencana seperti Kabupaten Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah.

Saat ini pelaksanaan pengeboran sudah dalam tahap bervariasi mulai dari persiapan, mobilisasi alat, pengeboran, hingga selesai dan dimanfaatkan masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan salah satu prioritas utama dalam penanganan pascabencana, karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kenyamanan, serta keberlangsungan aktivitas sosial masyarakat.

“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih. Fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara harus segera berfungsi normal agar warga bisa kembali beraktivitas dengan aman dan layak,” kata Menteri Dody dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (13/1/26).

Di Kabupaten Aceh Tamiang, sebanyak 5 sumur bor dangkal telah selesai 100 persen dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Lokasi tersebut antara lain Polindes Meunasah Paya dan Puskesmas Manyak Payed di Kecamatan Manyak Payed, Puskesmas Karang Baru serta Masjid Babul Falah di Kecamatan Karang Baru, dan Masjid Baitul Amal di Kecamatan Sekerak. Keberadaan sarana air bersih ini mendukung operasional fasilitas kesehatan, tempat ibadah, serta aktivitas harian masyarakat setempat.

Selain sumur dangkal, pembangunan sumur bor dalam di Aceh Tamiang masih terus berlangsung. Pengeboran terdalam tercatat di Puskesmas Bendahara dengan kedalaman mencapai 85 meter, disusul Puskesmas Rantau sedalam 65 meter, serta Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau yang telah mencapai 35 meter. Di Kecamatan Kota Kuala Simpang, pengeboran di Puskesmas Kuala Simpang telah mencapai kedalaman 45 meter, sementara sumur bor dalam di Desa Kota Lintang telah selesai dan dimanfaatkan masyarakat.

Di Kecamatan Karang Baru, pengeboran sumur bor dalam di Puskesmas Karang Baru telah mencapai kedalaman 47 meter. Sementara itu, di Kantor Datok Alur Bemban, pekerjaan sumur bor dalam telah dimulai dengan kedalaman awal 6 meter setelah dilakukan survey geolistrik. Beberapa lokasi lainnya masih berada pada tahap persiapan dan mobilisasi alat.

Di Kecamatan Kejuruan Muda, pembangunan sarana air bersih juga terus berjalan. Pekerjaan sumur dangkal dan sumur bor dalam di Puskesmas Kejuruan Muda saat ini berada pada tahap mobilisasi alat. Selain itu, di Kantor Datok Kampung Suka Makmur, Kecamatan Kejuruan Muda, sumur bor dalam telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan, sementara pekerjaan sumur dangkal masih dalam tahap mobilisasi alat.

Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya, sejumlah sumur dangkal telah selesai dan dimanfaatkan masyarakat, antara lain di Huntara 1 (Kompleks Dinas Perhubungan Kabupaten Pidie Jaya) Kecamatan Meurah Dua, Meunasah Gampong Dayah Kruet Kecamatan Meurah Dua, Meunasah Gantung Kecamatan Meureudu, Meunasah Gampong Beurawang Kecamatan Meureudu, serta Meunasah Cut Kecamatan Meureudu. Adapun pekerjaan sumur bor dalam masih terus berlangsung, di antaranya di Huntara 2 Kecamatan Meurah Dua dengan kedalaman 14 meter, Meunasah Gampong Seunong Kecamatan Meurah Dua dengan kedalaman 35 meter, serta Kompleks Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pidie Jaya yang telah mencapai kedalaman 27 meter.

Di Kabupaten Bener Meriah, pelaksanaan pembangunan sumur bor dalam menghadapi tantangan kondisi geografis dan teknis. Pengeboran aktif dilakukan di Huntara Desa Tunyang Kecamatan Timang Gajah dengan kedalaman 32 meter, serta di Dusun Sejahtera Kecamatan Pintu Rime Gayo yang telah mencapai 22 meter. Pada sejumlah lokasi lainnya, pekerjaan masih berada pada tahap survei dan kajian geolistrik, antara lain di Desa Teritit dan Blang Paku Kecamatan Wih Pesam, Desa Bintang Bener Kecamatan Bener Kelipah, Desa Pemangko dan Jelobok Kecamatan Permata, serta Desa Bukit Wih Ilang dan Paya Rungkel Kecamatan Bandar.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.