BERITA

Peroleh Dukungan JETP, PLN Akselerasi 522 Proyek Hijau

Bumntrack.co.id. Jakarta – Melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP), PT PLN (Persero) siap mengakselerasi 522 proyek hijau dari 163 proyek hijau yang saat ini dijalankan secara mandiri oleh PLN. Sebelumnya, pemerintah bersepakat pada KTT G20 di Bali, untuk mendorong transisi energi melalui pemetaan proyek energi bersih yang akan dibiayai skema JETP. Untuk itu, Pemerintah bersama dengan PLN dan Sekretariat JETP menggodok skema teknis dan finansial yang paling sesuai untuk menopang ketahanan energi nasional.

“Kita sudah sepakat, joint statement juga sudah disetujui. Saya berharap deliverable nya itu adalah megawatt hour dan ton CO2 reduction. Jadi output inilah yang kami kejar di Kementerian ESDM sebagai hasil kesepakatan negara G20 melalui joint statement untuk implementasi JETP. Hal itu yang ingin saya ajak menjadi fokus di dalam diskusi hari ini,” ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (26/6/23).

Menurutnya, rancangan teknis dan finansial akan mengarah langsung untuk pembangunan rantai pasok energi hijau dalam negeri. Sehingga bantuan finansial yang disediakan JETP akan dimaksimalkan untuk penguatan industri hijau dan SDM lokal. “Nantinya CIPP yang akan dihasilkan harus taktis dan workable, harus bisa dieksekusi baik dari sisi proyek maupun kebijakan. Kita mendorong supply chain energi hijau domestik, industrinya di kita, sumber daya manusianya juga terserap,” terangnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa PLN telah mengidentifikasi 4 skenario transisi energi di tanah air dalam kerangka JETP serta melakukan analisis teknis bersama International Energy Agency dan analisis finansial bersama Asian Development Bank. “PLN melakukan analisis teknis dan finansial untuk memastikan agar dapat mencapai tujuan transisi energi dengan perencanaan yang workable dan tetap menjaga finansial perusahaan tetap sehat,” jelas Darmawan.

Komitmen PLN dalam transisi energi sudah konkret dengan menjalankan 163 proyek hijau untuk berbagai tempat di tanah air melalui berbagai sumber pendanaan. Semua proyek pengembangan energi baru terbarukan (EBT) tersebut total kapasitasnya mencapai 5,1 Gigawatt (GW) dengan target selesai di 2030. “Kita punya planning bagus dan membangun aliansi kuat untuk mereduksi emisi sekaligus menjaga kekuatan finansial. Kita ingin transisi energi ini bisa sustainable untuk bisa meningkatkan industri nasional,” tambahnya.

PLN saat ini sedang mengonsolidasi seluruh program hijau yang belum memperoleh pendanaan untuk masuk ke dalam CIPP dalam skema JETP. Dalam hal ini, PLN telah menyiapkan 522 proyek energi hijau yang potensial dibiayai JETP dengan total kapasitas 15,1 GW sampai dengan tahun 2030.

Head of JETP Secretariat Edo Mahendra menambahkan, dalam G20 telah ada kesepakatan bersama untuk mendorong 3 target utama transisi energi Indonesia. Yaitu mengurangi emisi karbon di sektor ketenagalistrikan, meningkatkan energy mix dari energi baru dan terbarukan, dan pencapaian target NZE.

“Untuk mendukung komitmen tersebut, saat ini JETP telah menyediakan dana bantuan sebesar USD20 miliar. Namun, Kita butuh dukungan pemerintah Indonesia untuk segi kebijakan. Koordinasi dan implementasi kita butuh PLN dan lembaga lain. JETP akan ada di tengah untuk membantu semuanya jalan,” ujar Edo.

Artikel Terkait

Back to top button