Perumnas Hadirkan Hunian Subsidi Terjangkau dan Terintegrasi

Perumnas Hadirkan Hunian Subsidi Terjangkau dan Terintegrasi
BUMN Track E-Magazine

Jakarta, Bumntrack.co.id – Perum Perumnas memperkuat perannya menghadirkan hunian berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di kawasan perkotaan.

Tidak hanya berorientasi pada penyediaan rumah dengan harga terjangkau, Perumnas mengembangkan konsep hunian yang mempertimbangkan aspek aksesibilitas, konektivitas transportasi, kedekatan dengan pusat aktivitas, serta efisiensi biaya dan waktu mobilitas masyarakat.

Penyediaan hunian MBR membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Keterjangkauan harus dilihat sebagai total cost of living, termasuk biaya transportasi, waktu perjalanan, serta akses masyarakat terhadap fasilitas dan pusat kegiatan. Karena itu, pengembangan hunian di kawasan perkotaan menjadi salah satu strategi Perumnas untuk mendukung penyediaan hunian yang lebih inklusif.

Melalui pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD), Perumnas mengintegrasikan kawasan hunian dengan sistem transportasi publik sehingga masyarakat dapat memiliki akses mobilitas yang lebih mudah menuju pusat bisnis, pendidikan, perdagangan, maupun fasilitas perkotaan lainnya.

Sejumlah kawasan TOD Perumnas dikembangkan dengan mengutamakan aksesibilitas melalui integrasi hunian dan transportasi. Dalam setiap pengembangan kawasan TOD tersebut, Perumnas juga menyediakan alokasi hunian subsidi yang diperuntukkan bagi MBR, diantaranya Samesta Mahata Tanjung Barat sebanyak 256 unit, Samesta Mahata Margonda 182 unit, dan Samesta Mahata Serpong 330 unit.

“Hunian yang terjangkau bagi MBR tidak cukup hanya diukur dari harga rumah. Lokasi, akses terhadap transportasi publik, serta biaya dan waktu perjalanan sehari-hari juga menentukan keterjangkauan yang sesungguhnya. Karena itu, Perumnas terus mendorong penyediaan hunian subsidi yang lebih dekat dengan pusat aktivitas dan terintegrasi dengan transportasi publik,” ujar Plt. Direktur Utama Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan di Jakarta, Selasa (22/9/26).

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pengembangan hunian subsidi di berbagai wilayah yang berlokasi di area strategis dengan pusat aktivitas masyarakat. Termasuk melalui pengembangan hunian perkotaan pada Samesta Sentraland Cengkareng, Samesta Grand Sentraland Karawang, Samesta Jakabaring Palembang, proyek Jatim II Pasuruan dan Proyek Cirebon, yang menyediakan hunian subsidi dengan akses terhadap berbagai fasilitas serta aktivitas masyarakat.

Komitmen menghadirkan hunian MBR di kawasan perkotaan juga diwujudkan melalui Samesta Alonia Jakarta di Kemayoran. Sebanyak 609 unit dikembangkan sebagai hunian subsidi vertikal untuk memberikan alternatif hunian yang lebih terjangkau dan dekat dengan pusat aktivitas perkotaan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang semakin terbatas di Jakarta.

Samesta Alonia memiliki konsep hunian vertikal yang mengoptimalkan keterbatasan lahan perkotaan sekaligus memberikan alternatif hunian yang lebih aksesibel bagi masyarakat, termasuk kelompok milenial dan generasi muda yang membutuhkan hunian di kawasan dengan konektivitas yang baik.

Selain membangun kawasan baru, Perumnas turut mengambil peran melalui revitalisasi rumah susun di kawasan perkotaan, antara lain di Tanah Abang dan Klender. Langkah tersebut merupakan bagian dari optimalisasi aset Perumnas sekaligus upaya menghadirkan kembali hunian vertikal yang layak dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan, sekaligus menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di sekitar kawasan.

Revitalisasi rusun menghadirkan kawasan hunian yang lebih berkualitas, modern, aman, serta dapat menjadi katalis bagi terbentuknya kembali aktivitas sosial dan ekonomi. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menyediakan lebih banyak hunian subsidi bagi masyarakat perkotaan, namun juga dapat berkembang menjadi ruang aktivitas yang menopang perekonomian warga.

“Perumnas ingin agar MBR tidak selalu dihadapkan pada pilihan antara rumah yang terjangkau tetapi jauh dari pusat aktivitas, atau lokasi yang strategis tetapi tidak terjangkau. Melalui TOD, revitalisasi kawasan, dan pengembangan hunian vertikal seperti Samesta Alonia, Perumnas berupaya menghadirkan alternatif hunian yang lebih dekat, terkoneksi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat perkotaan,” ujar Imelda.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat kontribusi Perumnas dalam mendukung program 3 Juta Rumah, khususnya pengembangan hunian subsidi bagi MBR, melalui pengembangan kawasan yang tidak hanya layak huni, tetapi juga terjangkau, terkoneksi dan dekat dengan pusat aktivitas perkotaan.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.