PLN NP Percepat Penyelesaian Proyek, PLTS Terapung Karangkates Masuki 70 Persen Konstruksi Infrastruktur

PLTS Terapung Karang Kates Malang
E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

Jakarta, Bumntrack.co.id — PLN Nusantara Power (PLN NP) terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates yang berlokasi di Waduk Sutami/Karangkates, Kabupaten Malang, Jawa Timur, kini telah memasuki 70 persen progres konstruksi infrastruktur. Capaian ini semakin memperkuat optimisme penyelesaian proyek energi bersih yang diproyeksikan menjadi PLTS terapung terbesar kedua di Indonesia.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyampaikan bahwa pencapaian progres konstruksi tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung percepatan transisi energi nasional melalui pembangunan infrastruktur pembangkit berbasis energi bersih.

“PLTS Terapung Karangkates kini telah memasuki 70 persen progres konstruksi infrastruktur. Capaian ini menjadi bukti keseriusan PLN Nusantara Power dalam menghadirkan pembangkit energi bersih yang andal dan berkelanjutan. Bahkan, berdasarkan sistem monitoring kami, progres pembangunan tercatat 13 persen lebih cepat dari target yang telah ditetapkan,” ujar Ruly dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (27/10/26).

Ruly menambahkan, keberhasilan pembangunan PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 megawatt peak (MWp) menjadi salah satu pijakan PLN Nusantara Power dalam mengembangkan proyek pembangkit surya terapung berikutnya. Dengan kapasitas mencapai 133 MWp, PLTS Terapung Karangkates diproyeksikan menjadi PLTS terapung terbesar kedua di Indonesia sekaligus terbesar di Jawa Timur.

“Kami senantiasa mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengembangan infrastruktur energi baru terbarukan. Setelah keberhasilan PLTS Terapung Cirata, kehadiran PLTS Terapung Karangkates diharapkan menjadi pionir pengembangan energi bersih di Jawa Timur sekaligus mendorong hadirnya proyek-proyek EBT lainnya,” terang Ruly.

PLTS Terapung Karangkates dibangun di atas permukaan Waduk Sutami/Karangkates yang berada di wilayah Kecamatan Sumberpucung dan Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Pembangunan pembangkit ini mengoptimalkan pemanfaatan area perairan waduk secara terukur dengan tetap memperhatikan fungsi utama waduk serta aspek lingkungan dan keselamatan operasional.

Dari total luas perairan waduk sekitar 1.905 hektare pada kondisi normal, area modul surya yang dimanfaatkan hanya sekitar 71,435 hektare atau setara 3,7 persen. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, penempatan modul photovoltaic (PV) berada pada area Low Water Level (LWL) waduk.

Secara keseluruhan, PLTS Terapung Karangkates terdiri atas delapan PV island dengan rata-rata rasio DC/AC sebesar 1,33. Konfigurasi tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi matahari sekaligus mendukung keandalan operasional pembangkit.

Selain pembangunan fasilitas pembangkit, PLN Nusantara Power juga terus mendorong penyelesaian infrastruktur pendukung penyaluran energi listrik. Proyek ini dilengkapi dengan jaringan transmisi 150 kV sepanjang sekitar 4,6 kilometer sirkuit atau 2,3 kilometer rute yang menghubungkan Gardu Induk PLTS dengan titik interkoneksi.

Pembangunan extension bay pada Gardu Induk Sutami 150 kV turut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sistem penyaluran listrik dari PLTS Terapung Karangkates menuju jaringan kelistrikan.

Seiring dengan capaian konstruksi infrastruktur yang telah memasuki 70 persen, fokus pekerjaan diarahkan pada percepatan penyelesaian fasilitas utama dan pendukung, kesiapan pengujian sistem, serta pelaksanaan tahapan backfeeding power sebelum dilakukan sinkronisasi pembangkit dengan jaringan listrik.

PLN Nusantara Power menargetkan PLTS Terapung Karangkates dapat memasuki tahapan inisiasi produksi listrik pertama pada awal Desember 2026, sebelum menuju target pengoperasian pada awal tahun 2027.

“Percepatan pembangunan ini tetap kami jalankan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kualitas konstruksi, dan keandalan sistem. Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan berjalan optimal sehingga PLTS Terapung Karangkates nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan pasokan energi bersih nasional,” tambah Ruly.

Kehadiran PLTS Terapung Karangkates juga menjadi contoh optimalisasi aset eksisting melalui pemanfaatan permukaan waduk untuk menghasilkan energi listrik ramah lingkungan tanpa memerlukan pembukaan lahan daratan dalam skala besar. Waduk Karangkates sendiri merupakan lahan milik negara yang dikelola oleh Perum Jasa Tirta I, dengan lokasi pembangunan PLTS berada pada Zona Umum Waduk Karangkates.

Dengan capaian konstruksi infrastruktur yang telah mencapai 70 persen serta progres pembangunan yang melampaui target, PLTS Terapung Karangkates semakin mendekati tahap pengoperasian. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting pengembangan energi surya terapung di Jawa Timur sekaligus memperkuat kontribusi PLN Nusantara Power dalam mendukung transisi energi dan mewujudkan masa depan kelistrikan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.