BERITA

Program Desa BRILian Tebar Optimisme Kebangkitan Ekonomi Desa

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi menutup Program Desa BRILian 2020. Program Desa BRILian merupakan salah satu bukti komitmen BRI sebagai salah satu bank BUMN terbesar untuk terus mengembangkan kawasan pedesaan, dan mendorong warga serta pengurus desa agar selalu berinovasi demi peningkatan kesejahteraan.

“Desa BRILian diharapkan jadi percontohan bagi desa lainnya karena dianggap tanggap, tangguh dan tetap berinovasi di masa pandemi. Mereka bisa menginspirasi desa lainnya untuk maju dan mensejahterakan masyarakatnya. Selama program berlangsung, ratusan desa mendapat literasi dasar, digital, dan bisnis dengan melibatkan para aparat, tokoh masyarakat, serta BUMDes di masing-masing desa,” kata Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (2/12).

Menurutnya, desa-desa terpilih akan diikutkan pendampingan khusus lewat Program Inkubasi BRIncubator Goes To Desa BRILian yang diharapkan dapat membantu mendapatkan inspirasi, tambahan wawasan, dan peningkatan kinerja. Untuk itu penilaian tidak hanya dimaksudkan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, proses penilaian ini akan membantu desa-desa BRILian mengetahui titik-titik lemah dan bagaimana agar upaya perbaikan terus dilakukan.

Sebuah desa bisa disebut sebagai Desa BRILian jika memenuhi empat kriteria yakni memiliki BUMDes dan kaya akan inovasi untuk memecahkan masalah sosial. Selain itu, desa itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan (sustainability) serta telah menerapkan digitalisasi dalam kesehariannya.

“Desa harus berdaya dan segera bangkit dari masa sulit akibat pandemi karena posisinya begitu penting untuk pemulihan ekonomi nasional. Hal ini sesuai pengelompokkan isu penting selama pandemi yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo, yakni bagaimana caranya agar kita bisa mempercepat pemulihan ekonomi dari desa selama pandemi, menjamin ketahanan pangan dengan membuat korporasi pertanian, serta memulai transformasi ekonomi kawasan pedesaan menuju digitalisasi,” ujarnya.

Untuk diketahui, Program Desa BRILian merupakan kerjasama BRI dengan bumdes.id, untuk mengawal kondisi perekonomian desa di Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Awalnya, ada 531 desa yang diseleksi BRI untuk terlibat dalam Program Desa BRILian 2020. Dari jumlah tersebut, terpilih 125 desa yang memenuhi empat kriteria di atas. Ratusan desa ini kemudian mengikuti pelatihan dan program peningkatan kapasitas secara daring, sebelum dinilai untuk menentukan 10 desa paling unggul. Kesepuluh desa terpilih kemudian akan mendapat pendampingan khusus dari BRI bekerjasama dengan Bumdes.id selama 3 bulan. Selain itu, 10 desa tersebut akan menjadi Duta Desa BRILian untuk Program Desa BRILian 2021.

Kesepuluh desa tersebut antara lain Desa Sekapuk Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik, Jawa Timur; Desa Tamansari Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur; Desa Sumber Agung Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat; Desa Tebara Kecamatan Waikabukak Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur; Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis, Riau; Desa Koto Ranah Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat; Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta; Desa Manjapai Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan; Desa Menanga Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali; Desa Penggarit Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button