BERITA

Proyek KLD Onstream 2021, PHE Tambah Produksi Gas 16 MMSCFD

Jakarta, Bumntrack.co.id – Salah satu proyek strategis hulu yang dilaksanakan Subholding Upstream Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yaitu Proyek KLD telah rampung dan onstream di awal tahun 2021.

“Tahun 2020 adalah tahun yang sangat challenging. Kondisi pada tahun tersebut harga minyak dunia relatif rendah dan mulainya pandemi COVID-19 sejak awal tahun, sangat berdampak pada dinamika industri hulu migas dan sektor pendukungnya,” kata Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno di Jakarta, Senin (24/1).

Menurutnya, SKK Migas akan terus mengupayakan peningkatan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan proyek-proyek pengembangan lapangan, serta secara masif and progresif berkoordinasi dengan KKKS dan pemangku kepentingan lain untuk menghasilkan inovasi dan terobosan sehingga keterbatasan sumber daya dan mobilitas sebagai dampak COVID-19 dapat diatasi dengan baik. SKK Migas memberikan apresiasi kepada PHE ONWJ yang pada periode yang penuh tantangan, tetap memiliki semangat tinggi untuk melaksanakan komitmen pengembangan Lapangan KLD.

“Kami berharap capaian yang membanggakan ini dapat dilanjutkan dengan baik agar aktivitas hulu migas oleh PHE ONWJ dapat terus memberikan dampak positif pada produksi migas, termasuk memberikan multiplier effect pada perekonomian serta ketenagakerjaan. Dalam jangka panjang akan menopang upaya mencapai produksi 1 juta barel minyak dan 12 BSCFD gas di 2030 untuk mewujudkan ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Direktur Pengembangan & Produksi PHE, Taufik Aditiyawarman mengatakan keberhasilan penyelesaian proyek yang lebih cepat dari target dengan zero incident ini merupakan kerja keras dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak.

“Kami mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang terlibat yakni masyarakat dan pemerintah daerah setempat, SKK Migas, seluruh pekerja PHE ONWJ serta pelaksana pekerjaan PT Meindo Elang Indah,” kata Taufik.

Segala tantangan yang ada selama pandemi tak menyurutkan semangat PHE ONWJ untuk dapat menyelesaikan proyek lebih cepat 3 bulan dari jadwal yang ditetapkan. Satu hal yang paling penting adalah pencapaian sekitar 1.16 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan.

Untuk diketahui, Lapangan Proyek KLD yang berlokasi di lepas pantai Utara Jawa Barat, berhasil diselesaikan dengan skema PSC gross split. Sejak dimulai di bulan April tahun 2019, Proyek KLD telah melalui beberapa tahapan diantaranya fabrikasi di lapangan Handil, load out & sail away di pertengahan Juli 2020, instalasi offshore , kegiatan pemboran, hookup & commissioning dan start up.

Lapangan KLD telah mulai mengalirkan gas sejak Desember 2020 lalu. Pada awal Januari PHE ONWJ telah menyelesaikan periode performance test sesuai parameter operasi produksi. Dari Lapangan KLD ini ditargetkan produksi gas sebesar 16 MMSCFD pada periode puncak produksi.

“Produksi dari Lapangan KLD akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri sehingga menjadi pendorong roda perekonomian industri di sekitar wilayah kerja kami. PHE ONWJ Energizing Indonesia,“ pungkas Taufik.

Artikel Terkait

Back to top button