BERITA

PT Krakatau Steel Pertemukan Pelaku Usaha Baja dan Pemerintah Melalui “Steel Industry Roundtable”

Jakarta, Bumntrack.co.id – Pandemi Covid-19 menyebar secara luas di seluruh dunia. Hal tersebut telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor secara global menurun drastis dan membawa pengaruh terhadap industri baja dunia, termasuk Indonesia. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (PTKS) sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang industri besi dan baja menyelenggarakan acara Steel Industry Roundtable yang ditujukan antara lain untuk konsumen/industri di sektor besi dan baja serta Pemerintah/Kementerian terkait melalui teleconference.

“Kami apresiasi yang tinggi bagi Kementerian yang telah hadir, diantaranya dari Kementerian BUMN, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan yang telah memberikan perspektifnya tentang dampak Covid-19 serta menampung masukan dari industri,” kata Direktur Utama PTKS, Silmy Karim di Jakarta, Rabu (20/5).

Hal ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung kelangsungan industri baja nasional. Pasalnya peran Pemerintah saat ini sangat dibutuhkan dalam mempertahankan keberlangsungan bisnis di sektor besi dan baja di Indonesia. Untuk mewujudkan komitmen Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), seluruh pemangku kepentingan serta Pemerintah perlu saling mendukung untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia yang saat ini terdampak Covid-19.

“Merebaknya pandemi Covid-19 telah membuat kegiatan operasional dan produksi di sektor besi dan baja mengalami penurunan yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga diprediksi akan mengalami perlambatan. Hal ini akan berakibat secara langsung pada penurunan permintaan/demand baja nasional hingga mencapai 40-50%”, ujar Silmy.

Namun Silmy yang juga merupakan Chairman dari Asosiasi Besi dan Baja Nasional/The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) optimis bahwa kondisi pasar di Indonesia akan mulai pulih meskipun dihadapkan pada ancaman global akibat dampak Covid-19 terhadap peningkatan importasi besi dan baja di Indonesia, “Kita harus ingat, bahwa kondisi pasar yang memburuk tidak semata-mata disebabkan oleh pandemi Covid-19. Hal ini juga disebabkan oleh siklus pasar yang biasa terjadi di Industri, yaitu menghadapi hari libur Lebaran. Dalam hal ini, kita harus mempertahankan optimisme kita bahwa pasar akan mulai pulih setelah hari libur Lebaran”, tambahnya.

Wakil Menteri BUMN I, Bapak Budi Gunadi Sadikin, menyebutkan bahwa Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam rangka melindungi seluruh industri, termasuk BUMN yang terdampak Covid-19 seperti PTKS. Kegiatan operasional di hampir semua BUMN saat ini terdampak Covid-19, tidak terkecuali PTKS sebagai produsen baja terbesar di Indonesia. “Kita tentu perlu melakukan berbagai tindakan antisipasi agar kegiatan produksi tetap berjalan. Para produsen baja dapat memanfaatkan segala kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk mengelola pandemi Covid-19 ini, baik secara fiskal maupun non fiskal serta dengan tetap memperhatikan kesehatan,” jelasnya.

Berkaitan dengan upaya menjaga kesehatan pekerja dari wabah Covid-19 ini, PTKS secara aktif mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi karyawan dan memastikan kelangsungan bisnis tetap berjalan dengan lancar, “PTKS telah menerapkan protokol kesehatan yang memadai sebagai upaya pencegahan Covid-19. Kami juga menerapkan sistem kerja secara remote dengan mekanisme monitoring dan pengawasannya yang baik guna menjaga kinerja karyawan agar tetap produktif”, jelas Silmy.

Krakatau Steel sebagai Badan Usaha Milik Negara akan terus berusaha untuk menjaga kelangsungan industri hilir dan industri pengguna agar dapat bertahan/beroperasi di tengah mewabahnya Covid-19 dan membantu menggerakkan kembali perekonomian nasional. “Pertemuan antara industri baja dengan Pemerintah ini sangat baik dan penting untuk dilakukan walaupun secara virtual, sehingga pelaku bisnis di sektor baja dapat memaparkan kondisi yang dihadapi serta memberikan masukan kepada Pemerintah, dan Pemerintah dapat secara langsung merespon dan berdiskusi terkait berbagai kebijakan terbaik yang dibutuhkan dalam menghadapi situasi saat ini yang terdampak pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Show More

Artikel Terkait

Back to top button