BERITA

Rights Issue BBRI Rp3.400 per Saham, Ini Kata Analis Pasar Modal

Jakarta, Bumntrack.co.id – Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priyambada mengatakan penawaran harga saham baru PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BBRI di Rp3.400 per lembar tergolong sangat menarik. Terlebih, harga saham BBRI saat ini tergolong stabil di kisaran Rp3.800 hingga Rp4.000.

“Tentu ini sangat menarik seharusnya dengan harga seperti itu (Rp3.400). Apa lagi kalau dilihat posisi tertinggi BRI yang pernah dicapai adalah Rp4.950 maka potensi gain-nya cukup tinggi untuk mencetak rekor lagi,” kata Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (15/9).

Dia menuturkan BRI punya potensi pengembangan kinerja yang sangat besar dengan pembentukan Holding UMi tahun ini. Integrasi strategis ini dapat menjadi peluang besar bagi BBRI untuk mendiversifikasi bisnisnya. Sehingga penetrasi ke pasar pun lebih dalam dan menciptakan ekosistem penyaluran kredit yang kuat untuk memacu pertumbuhan kinerja yang lebih baik di masa datang.

“Bagaimana pun kinerja historis dan prospeknya ini sangat besar dan lebih pasti. Holding pun akan menambah optimisme investor untuk terus mengapresiasi saham BBRI lebih lanjut. Potensi peningkatan harganya juga sangat tinggi,” kata Reza.

Ada 10 investor besar yang melakukan penjualan saham BBRI puluhan juta lot pada 2020. Hal itu dilakukan untuk menunggu momentum yang lebih baik guna menyerap kembali BBRI di masa datang. Dia berpendapat penerbitan saham guna pembentukan holding adalah momentum yang sangat tepat untuk kembali berinvestasi di BBRI tersebut.

Proyeksi aksi beli dalam jumlah besar ini pun akan mendorong peningkatan harga BBRI yang cukup signifikan. “Sepanjang 2020 ada 10 top brokerage houses melakukan aksi jual. Investor pun harus mewaspadai program buying setidaknya dari 5 investor besar tersebut baik pada sebelum maupun setelah penerbitan saham Bank BRI,” kata pengamat pasar modal sekaligus Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.

Harga pelaksanaan rights issue BRI sebesar Rp3.400 per saham tergolong sangat murah. Bahkan, keuntungan dapat tetap dicetak investor hanya dengan menggunakan hak dan menjualnya pada hari pertama perdagangan setelah aksi korporasi. Iinvestor pun akan mendapat untung lebih besar lagi jika berkomitmen untuk periode yang lebih panjang. “Menebus HMETD berpotensi memberikan return hingga 32% pada harga maksimal Rp5.025 atau 2,5 kali harga buku dalam 12 bulan investasi,” ujarnya.

Untuk diketahui, harga pelaksanaan rights issue BBRI Rp3.400 per lembar saham. Pemerintah akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya dalam BRI dengan cara penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang (Inbreng) sesuai PP No. 73/2021. Seluruh saham Seri B milik pemerintah dalam Pegadaian PNM akan dialihkan kepada BRI melalui mekanisme inbreng.

Nilai total PMHMETD I yang telah memperhitungkan inbreng serta eksekusi hak Pemegang Saham Publik adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp95,92 triliun. Dari total dana tersebut, nilai inbreng sebesar Rp54,77 triliun dan sisanya Rp41,15 triliun apabila seluruh pemegang saham publik mengeksekusi haknya sesuai porsi masing-masing.

Di sisi lain, Edhi pun angkat bicara terkait masalah terjadinya hang pada sistem The Central Depository and Book Entry Settlement System(C-BEST) yang berfungsi untuk mengeluarkan efek atau dana dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pada Senin (13/9).

Dia menyebut gangguan hang terjadi karena banyaknya transaksi dan settlement di pasar modal Indonesia. Salah satunya bisa jadi karena transaksi saham BBRI yang sangat likuid. “Iya karena misalnya, misalnya ya. Waktu tebus rights (BBRI),” ujarnya.

Karena itu, kata dia, KSEI disarankan sudah harus meningkatkan sistem teknologi yang dimilikinya. Seperti teknologi yang lebih canggih misalnya menggunakan sistem blockchain. Karena ke depan transaksi akan semakin banyak secara frekuensi dan volume. Dia memperkirakan bulan depan transaksinya akan lebih besar lagi. Karena selain BRI ada pula sekitar 50-an perusahaan yang akan melakukan aksi korporasi yang sama.

Artikel Terkait

Back to top button