Sekarga dan IKAGI: Perubahan Harus Dimulai dari Soliditas dan Kebersamaan

Sekarga dan IKAGI: Perubahan Harus Dimulai dari Soliditas dan Kebersamaan
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) mendukung langkah transformasi yang tengah dijalankan manajemen Garuda Indonesia, termasuk melalui kebijakan yang melibatkan aspek cost discipline lainnya, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan usaha perusahaan.

Selain, Sekarga juga menyampaikan bagaimana membangun ekosistem hubungan industrial yang transformatif melalui kolaborasi antara Serikat Pekerja dengan Perusahaan sebagai mitra strategis yang mendukung Visi dan Misi Perusahaan.

“Kebijakan yang ditempuh perusahaan merupakan langkah strategis yang sejalan dengan program pemerintah dalam menyehatkan kinerja Garuda Indonesia yang sepatutnya mendapat dukungan dari seluruh karyawan,” kata Ketua Sekarga Dwi Yulianta dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (2/2/26).

Menurutnya, serikat karyawan telah melakukan dialog intensif dengan manajemen dan memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai kondisi perusahaan serta komitmen manajemen terhadap karyawan.

“Fokus transformasi saat ini harus disikapi sebagai misi bersama. Langkah transformasi yang diambil bukan keputusan yang sederhana, namun diperlukan untuk menjaga keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan IKAGI. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal IKAGI Uray Indrayana Kusumawijaya menyatakan bahwa awak kabin memahami kebijakan efisiensi sebagai bagian dari komitmen kolektif insan Garuda untuk menjaga masa depan perusahaan.

“Kami mendukung kebijakan yang diterapkan perusahaan sesuai dengan kemampuan dan kondisi saat ini, serta berkomitmen menjaga profesionalisme dan kualitas layanan kepada penumpang selama proses transformasi berlangsung,” ungkapnya.

Sementara itu, analis independen bisnis penerbangan Gatot Rahardjo menilai efisiensi menjadi kunci utama keberhasilan transformasi maskapai.

Menurutnya, efisiensi dapat dilakukan baik pada aspek operasional, seperti pengelolaan rute dan penggunaan pesawat yang lebih hemat bahan bakar, maupun non-operasional melalui pengelolaan SDM, digitalisasi proses, dan penyederhanaan prosedur.

“Namun demikian, efisiensi tidak boleh mengorbankan keselamatan penerbangan maupun melanggar regulasi. Keselamatan dan keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan,” tegasnya.

Dengan dukungan serikat karyawan dan seluruh insan perusahaan, program transformasi Garuda Indonesia diharapkan mampu memperkuat fundamental bisnis perusahaan dan mendorong pencapaian kinerja positif, termasuk target pencatatan laba bersih dan ekuitas positif pada akhir.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.