Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) turut serta dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) lintas entitas bertajuk Pari Island Circular Waste Initiative di Pulau Pari, Kepulauan Seribu.
Corporate Secretary WEGE, Purba Yudha Tama, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan etika lingkungan berkelanjutan.
“Bagi WEGE, pembangunan dan kemajuan suatu kawasan harus selalu berjalan beriringan dengan kelestarian alamnya. Kehadiran kami di Pulau Pari bersama WIKA Group bukan sekadar memberikan bantuan fasilitas, melainkan untuk membangun sebuah sistem ekonomi sirkular bersama warga. Kami berharap sampah yang sebelumnya menjadi beban ekologis dapat bertransformasi menjadi nilai tambah ekonomi yang menyejahterakan keluarga dan memajukan pariwisata lokal,” ujar Purba dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (7/8/26).
Melalui sinergi lintas entitas ini, WEGE akan terus mengedepankan kolaborasi untuk menghasilkan dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi yang positif. Program di Pulau Pari ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi model pengelolaan lingkungan yang menyeimbangkan antara kemajuan pariwisata, pemberdayaan warga, dan pelestarian bumi.
Berkolaborasi bersama sembilan entitas WIKA Group, menggandeng pemerintah daerah dan Komunitas Lintas Sektoral Pulau Pari, WEGE mengambil peran proaktif dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mewujudkan Pulau Pari sebagai destinasi wisata bahari yang tidak hanya bersih, tetapi juga lestari dan berkelanjutan. Turut hadir dalam kegiatan ini Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, beserta jajaran.
Sinergi ini melibatkan WEGE bersama induk usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) selaku lead collaborator, serta jajaran entitas lainnya seperti WIKA Bitumen, WIKON, WINNER, WIKA Realty, WRK, WIKA Serang Panimbang, dan WTJJ. Kolaborasi besar ini menjadi respons bersama dalam menghadapi tingginya aktivitas pariwisata yang menghasilkan volume sampah hingga satu ton per minggu akibat kedatangan sekitar 2.500 wisatawan setiap akhir pekan.
Sebagai bentuk nyata dari penerapan prinsip keberlanjutan dan kepedulian terhadap ekosistem pesisir, dukungan WEGE dalam Pari Island Circular Waste Initiative direalisasikan melalui tiga pilar utama:
- Edukasi dan Pengelolaan Sampah Terpadu: Penyediaan sarana pendukung pengelolaan sampah organik dan anorganik menggunakan sistem budidaya maggot di SD-SMP Negeri 1 Atap Pulau Pari, yang disertai dengan edukasi berkelanjutan bagi siswa dan tenaga pendidik.
- Pengembangan Ekosistem Bank Sampah: Penguatan kapasitas Bank Sampah Pulau Pari untuk menciptakan siklus ekonomi baru yang mandiri bagi masyarakat lokal, dikelola langsung secara kolaboratif bersama Komunitas Lintas Sektoral.
- Beautifikasi dan Penghijauan Kawasan: Penataan kawasan wisata Pantai Kresek melalui penyediaan fasilitas pendukung kebersihan serta kegiatan penanaman vegetasi pesisir guna menjaga keseimbangan lingkungan.








