Solo, Bumntrack.co.id – Sebagai bentuk komitmen dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF hadir melalui program Kemitraan Pembiayaan Homestay dan Bantuan Pengembangan Komunitas Desa Wisata Kemuning di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah melalui pembangunan dan revitalisasi lapangan outbound sebagai sarana rekreasi dan pelatihan masyarakat setempat. Dengan hadirnya lapangan outbond, diharapkan dapat mengembangkan kapasitas Desa Kemuning sebagai desa wisata.
Sejak tahun 2020, SMF telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,007 miliar untuk mendukung pembangunan dan pengelolaan 15 unit homestay yang dikelola oleh warga langsung.
Program ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat sektor pariwisata berbasis komunitas. Dan ditahun 2021, Desa Kemuning kemudian dinobatkan menjadi desa wisata oleh pemerintah setempat.
Kehadiran homestay di Desa Kemuning turut meningkatkan jumlah wisatawan, menghidupkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat hubungan sosial antara warga dan wisatawan. Sementara itu, pembangunan lapangan outbound menjadi langkah strategis untuk membuka peluang diversifikasi usaha, menyerap tenaga kerja lokal, dan mendorong partisipasi aktif berbagai lapisan masyarakat.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya SMF dalam menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui program kemitraan pembiayaan homestay, kami ingin membantu masyarakat di sekitar destinasi wisata agar dapat merasakan manfaat langsung dari potensi pariwisata di daerahnya. Tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun kemandirian dan keberlanjutan ekonomi lokal,” ujar Bonai di Solo, Sabtu (15/11/25).
Desa Kemuning sendiri memiliki potensi wisata yang beragam memadukan keindahan alam, petualangan, serta kekayaan budaya. Terletak di kaki Gunung Lawu, desa ini menawarkan panorama menakjubkan berupa hamparan kebun teh yang hijau membentang, menjadikannya destinasi unggulan agrowisata.
Bagi pencinta petualangan, tersedia aktivitas seru seperti wisata jeep yang menjelajahi berbagai medan menantang dan river tubing yang memungkinkan wisatawan menyusuri sungai dengan ban karet sambil menikmati suasana alam yang segar. Selain itu, Desa Kemuning juga menyimpan pesona budaya melalui keberadaan Candi Cetho yang bersejarah dari abad ke-15, peninggalan masa akhir Kerajaan Majapahit, serta berbagai kesenian tradisional yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.
“Kami turut bekerja sama dengan Bumdes Madusuko Makmur dari Desa Wisata Kemuning untuk melakukan pengelolaan dan monitoring. Kami percaya bahwa pariwisata yang dikelola secara inklusif dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah. SMF berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program sosial yang sejalan dengan misi pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan,” tambahnya.
Bukan hanya di Desa Wisata Kemuning, namun sepanjang tahun 2025, SMF menyalurkan bantuan pengembangan komunitas untuk Pelatihan Membatik di Desa Wisata Hilisimaetano, Nias, dan Program Ketahanan Pangan & Pemberdayaan Masyarakat di Desa Pagerharjo, Kulonprogo.
Melalui inisiatif ini, SMF tidak hanya berperan dalam menyediakan pembiayaan sektor perumahan, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan dukungan terhadap sektor pariwisata berkelanjutan.
.








