Jakarta, Bumntrack.co.id – BUMN Track didukung BTA Academy kembali menyelenggarakan TJSL & CSR Award 2026, yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-6, dengan mengusung tema “Transisi TJSL Menuju ESG Rating dan Creating Shared Value”.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Komite Penilaian Kehormatan, Eddy Soeparno mengungkapkan bahwa shareholder value BUMN tidak selalu berkutat pada persoalan ekonomi seperti untung rugi dan harga saham, tetapi juga tentang kontribusi nyata kepada lingkungan, sosial, serta masyarakat.
“Hari ini BUMN sudah sedianya menjadi agent of change, bahkan menjadi agent of social justice, tidak hanya berkutat pada untung-rugi,” kata Eddy Soeparno di Jakarta, Kamis (7/8/26).
Saat ini BUMN memiliki misi yang strategis sekaligus mendukung berkelanjutan. Eddy menilai misi keberlanjutan harus dilakukan dengan penuh komitmen supaya tidak berakhir sebagai sekadar slogan.
“Isu-isu lingkungan hidup hari ini mempengaruhi seluruh usaha yang BUMN geluti.” jelas Wakil Ketua MPR.
Di luar Indonesia, isu lingkungan berpengaruh terhadap performa perusahaan go public sebab total Earning per Share (EPS) akan dikurangi jumlah jejak karbon (carbon footprint). TJSL maupun CSR dilihat sebagai kompensasi dari perusahaan kepada masyarakat.
Menurut Eddy, Kedua hal tersebut sudah bukan lagi misi sosial, melainkan strategi bagi BUMN.
Terkait ESG, Eddy memandang aspek governance perlu lebih diperhatikan, terutama soal tata kelola. Dengan manajemen yang baik, BUMN akan terhindar dari kesalahan mengesahkan kebijakan sebelum riset maupun kerugian finansial. Selain itu, berkaca dari negara lain, tata kelola yang baik akan menghasilkan ekosistem BUMN yang berkualitas seperti Temasek di Singapura.
“Selamat kepada seluruh perusahaan yang memperoleh penghargaan pada hari ini. Semoga kita bisa melaksanakan komitmen kita untuk tetap menjalankan TJSL dan ESG sebagai panduan,” pungkas Eddy.
Penulis: Jovan. A. R
Editor: Ismed Eka








