BERITA

Triwulan III/2019, PLN Sumbang Pajak dan Dividen Rp21,7 Triliun

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sampai dengan Januari 2020, telah mengoperasikan pembangkit mencapai 62.833 MW. Sedangkan daya tersambung ke pelanggan mencapai 138.077 MVA.

“Jumlah pelanggan PLN sendiri sampai saat ini adalah 75,70 juta pelanggan di seluruh Indonesia, dengan panjang transmisi mencapai 58.959. Jadi, panjang transmisi PLN lebih panjang daripada keliling bumi,” kata Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini di Jakarta, Rabu (29/1).

Berdasarkan laporan keuangan triwulan III/2019, total aset yang dimiliki PLN mencapai Rp1.549 triliun. Sedangkan pajak dan dividen yang disumbangkan PLN kepada Pemerintah adalah sebesar Rp21,7 triliun. Dalam triwulan yang sama, penjualan tenaga listrik meningkat sebesar 4,5 persen dibandingkan triwulan III 2018, atau sebesar Rp202,7 triliun.

“Pendapatan usaha PLN dalam kurun waktu hingga triwulan III 2019 juga meningkat dengan persentase yang sama yakni 4,5 persen. Besarannya mencapai Rp209,3 triliun,” tambahnya.

Sepanjang 5 tahun terakhir, kecenderungan kinerja PLN juga mengalami peningkatan. Dari sisi jumlah pelanggan terakhir sebesar 75,70 juta, angka ini naik dari 61,168 juta pelanggan pada tahun 2015. Sedangkan pertumbuhan daya tersambung meningkat dari 106.582 MVA menjadi 138.077 MVA.

“Sebagaimana amanat Pemerintah, PLN juga mendapat tanggung jawab untuk mengurangi konsumsi BBM pada pembangkit kami. Dalam lima tahun terakhir, persentase konsumsi BBM untuk pembangkit kami mengalami penurunan dari 8,3% pada tahun 2015 menjadi hanya 3,61% pada tahun 2019. Angka ini terus kami upayakan kami turunkan, baik melalui penggunaan B20 dan B30, maupun dengan mengembangkan penelitian penggunaan CPO pada pembangkit-pembangkit kami. Dengan melakukan adaptasi dengan pemanfaatan B20 dan B30, maka PLN dapat terus meningkatkan efisiensi untuk mencapai suistainability growth, ” ujarnya.

Sementera itu, untuk mendukung ketersediaan listrik di desa-desa di seluruh Indonesia dalam mendongkrak produktivitas desa dan kelurahan, program Desa Berlistrik yang dijalankan oleh PLN mampu menerangi desa dari 70.391 desa pada tahun 2015 menjadi 81.085 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. “Sebagian besar penambahan desa berlistrik dilakukan di daerah-daerah yang sulit dijangkau, sehingga memerlukan pekerjaan yang lebih kompleks,” jelasnya.

Ke depan, PLN di bawah kepemimpinan Direksi dan Komisaris yang baru, akan memfokuskan pada tiga aspek yakni penurunan biaya operasi perusahaan, peningkatan keandalan dan pelayanan, serta peningkatan pendapatan usaha. Dengan tiga langkah itu, kontribusi PLN terhadap keuangan negara diharapkan juga akan meningkat secara signifikan.

Selain itu, PLN juga akan fokus untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT). “Saat ini, daya pembangkit EBT terpasang 7.800 MW. Ada tambahan daya dari PLTA Hasang berkapasitas 39 MW di Sumatera Utara yang baru saja mendapatkan SLO (Sertifikat Laik Operasi). Kapasitas terbesar yang dimiliki PLN untuk sektor EBT yakni PLTA sebanyak 4.750 MW atau 60 % dari total seluruh EBT. Pada tahun 2020 ini, PLN berencana untuk menambah pembangkit dari sektor EBT sebanyak 1.492 MW,” pungkasnya.

Tags
Show More

Artikel Terkait

Back to top button
Close
Close