Tutup Tahun 2025, SMF Catatkan Kenaikan 4,74 Persen Laba Bersih Jadi Rp565,39 Miliar

Jajaran Direksi SMF (Ki-ka) Bonai S, Ananta Wiyogo, Heliantopo - (Foto: Ist)
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Ananta Wiyogo mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, perseroan berhasil mencatatkan kinerja keuangan di atas RKAP. Laba bersih SMF tahun 2025 mencapai Rp565,39 miliar, naik dari Rp539,83 miliar pada 2024

Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, total pendapatan perusahaan pada 2025 mencapai Rp3,10 triliun, meningkat 8,12 persen dari Rp2,86 triliun pada 2024.

Kenaikan tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan bunga dan pendapatan syariah yang naik dari Rp2,85 triliun menjadi Rp3,09 triliun. Sedangkan kenaikan beban menjadi Rp2,38 triliun atau lebih tinggi dibandingkan Rp2,20 triliun pada tahun 2024. Kenaikan ini disebabkan meningkatnya beban bunga dari Rp1,99 triliun menjadi Rp2,17 triliun.

“Di tantangan ekonomi yang meningkat, perusahaan berhasil mencatatkan laba bersih Rp565,39 miliar, naik dari Rp539,83 miliar pada 2024,” kata Dirut SMF, Ananta Wiyogo di Jakarta, Rabu (4/3/26).

Pertumbuhan sebesar 4,73 persen ini mencerminkan perbaikan kualitas pendapatan dan efisiensi yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun berjalan.

“Kinerja keuangan setelah diaudit dan di tengah tantangan likuiditas perbankan, kita berhasil menjaga performa keuangan terutama paska Covid-19,” tambahnya.

Dari sisi neraca, perusahaan menunjukkan ekspansi yang kuat dengan total aset naik dari Rp58,14 triliun (2024) menjadi Rp66,81 triliun (2025) atau tumbuh 14,9 persen. Pada sisi liabilitas meningkat dari Rp36,40 triliun menjadi Rp38,93 triliun.

Kemudian ekuitas melonjak dari Rp20,56 triliun menjadi Rp27,72 triliun. Sejak SMF didirikan, pihaknya telah menyalurkan dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan primer mencapai Rp141,73 triliun.

Total dana tersebut berasal dari financing/ pembiayaan Rp127,52 triliun dan dari sekuritisasi Rp14,21 triliun.

“Jadi SMF dalam mengeluarkan surat utang di pasar modal sudah 73 kali dengan outstanding di market mencapai Rp74,87 triliun,” katanya.

Pada tahun 2025, jumlah dana yang telah dialirkan kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yaitu mencapai Rp20,88 triliun. Adapun pendanaan yang diterima Perseroan mencapai lebih dari Rp10 triliun.

Di periode tersebut, perseroan mencatat RoA (return on Assets) mencapai 0,85 persen, RoE (return on equity) sebesar 2,68 persen dan profit margin mencapai 18,05 persen serta BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) sebesar 7,23 persen.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.