Page 42 - Edisi Januari 2020
P. 42
infrastruktur
Pembangunan Infrastruktur
Menghubungkan Antar-Kawasan
Meski difokuskan pada pembangunan SDM, namun pemerintah masih
terus mengenjot pembangunan Infrastruktur pada 2020-2024 yang
dihubungkan ke kawasan industri hingga pertanian. Hal ini dilakukan
untuk memperkuat daya saing Indonesia di mata dunia.
Musyawarah Perencanaan Pembangunan
Nasional (Musrenbangnas) Rencana
Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Istana
Negara, (16/12/2019).
Presiden Jokowi juga mengingatkan,
sesakit apa pun kondisi bangsa
Indonesia, pembangunan tetap harus
dilanjutkan. Kita harus berani bertahan
agar pembangunan infrastruktur
bisa selesai. Artinya, kelanjutan
pembangunan infrastruktur tetap kita
laksanakan. Obsesi Jokowi, infrastruktur
yang telah dibangun bisa disambungkan
ke kawasan-kawasan industri hingga
pertanian. Melalui pembangunan
Infrastruktur itu diharapkan dapat
menggenjot ekonomi masyarakat.
“Ke depan, kita ingin menyambung
infrastruktur yang telah ada ke kawasan-
embangunan infrastruktur berkompetisi dengan negara lain. Kita kawasan industri, kawasan-kawasan
masih dipandang penting ingin menyambungkan infrastruktur produksi pertanian, ke kawasan-kawasan
sebagai modal dalam yang telah ada kepada kawasan kawasan produksi perikanan, pada kawasan-
Pmemperkuat daya saing global. industri, kawasan produksi pertanian, kawasan wisata yang ada di setiap
Untuk itu, dalam Rancangan Anggaran kawasan produksi perikanan, dan provinsi, di setiap daerah,” ujar Presiden.
Pendapatan dan Belanja Negara kawasan wisata yang ada di setiap Untuk membiayai pembangunan
(RAPBN) 2020, anggaran infrastuktur provinsi di setiap daerah. Dengan tetap infrastruktur 2020-2024, Pemerintah
ditingkatkan menjadi Rp 419,2 triliun, melanjutkan pembangunan infrastruktur membutuhkan dana Rp2.058 triliun.
naik 4,9 persen dibanding outlook realisasi pada era kedua pemerintahannya, Hanya saja, dana untuk pembangunan
anggaran infrastruktur 2019 yang sebesar Jokowi hendak memperkuat fondasi infrastruktur hanya sanggup dibiayai
Rp399,7 triliun. Presiden Joko Widodo daya saing Indonesia. sepertiganya. Pemerintah pun
sempat menyatakan, dalam lima tahun “Yang pertama bahwa kita akan mengandalkan inovasi pembiayaan
ke depan, pembangunan infrastruktur terus melanjutkan pembangunan berbentuk Kerja Sama Pemerintah-
tetap menjadi fokus pemerintahan yang infrastruktur, karena kita ingin Badan Usaha (KPBU) supaya kebutuhan
dipimpinnya, selain pembangunan SDM. memperkokoh fondasi, dalam kita tersebut bisa dipenuhi. Dikatakan
Kita akan terus melanjutkan berkompetisi dengan negara-negara Direktur Jenderal Pembiayaan
pembangunan infrastruktur karena kita lain,” kata Jokowi saat menyampaikan Infrastruktur Kementerian PUPR
ingin memperkokoh fondasi dalam sambutan dalam Peresmian Pembukaan Eko D Heripoerwanto, pemerintah
42 | BUMN Track | No. 144 TAHUN XIII JANUARI 2020
INFRASTRUKTUR.indd 42 1/14/20 4:19 PM

