Wujudkan Event Nol Emisi, Electricity Connect 2025 Tukarkan 920,47 tCO2 Jejak Karbon

E-Magazine Agustus - September 2025

Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menegaskan komitmennya dalam mengurangi emisi karbon dengan menggelar Electricity Connect 2025 sebagai event nol emisi. Konferensi dan pameran ketenagalistrikan terbesar di Indonesia yang dihelat di Jakarta International Convention Center (JCC) pada 19-21 November 2025 tersebut menukar seluruh jejak karbonnya dengan Sertifikat Pengurangan Emisi.

Komitmen MKI ini sesuai dengan pernyataan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana, yang mengatakan pemerintah Indonesia terus mendorong reduksi emisi dari sektor energi sebagai bagian dari agenda menuju net zero emission (NZE). Langkah ini searah dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di sektor ketenagalistrikan nasional.

“Presiden Prabowo Subianto baru saja mengesahkan kebijakan energi baru dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional, di mana tujuannya adalah untuk mengurangi emisi di sektor energi dan kita menarget NZE di tahun 2060 atau lebih cepat,” terang Dadan.

Guna menyukseskan agenda nol emisi tersebut, MKI menjalin kerja sama dengan PT PLN Energy Management Indonesia (PT PLN EMI) yang memiliki kapabilitas di bidang Environmental Management, Emission Reduction, dan pengelolaan Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE/Carbon Credits). PT PLN EMI kemudian memberi dukungan dengan melakukan perhitungan dan penyusunan jejak karbon dari penyelenggaraan Electricity Connect 2025 serta menyediakan SPE untuk kebutuhan carbon offset-nya.

Penting untuk dicatat, carbon offset adalah mekanisme untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari suatu aktivitas dengan cara membiayai proyek hijau di tempat lain yang mengurangi atau menyerap emisi tersebut.

Dari perhitungan yang dilakukan PT PLN EMI, diketahui bahwa emisi karbon yang dihasilkan Electricity Connect 2025 adalah sebanyak 869,72 tCO2 dari penerbangan, 42,75 tCO2 dari mobil, dan 8,00 tCO2 dari kelistrikan. Kemudian total jejak karbon sebanyak 920,47 tCO2 tersebut ditukar dengan SPE dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Muara Karang Blok 3.

Sekretaris Jenderal MKI selaku Ketua Panitia Pelaksana Electricity Connect 2025, Arsyadany G. Akmalaputri, mengatakan Electricity Connect 2025 adalah salah satu event besar di Indonesia yang berwawasan lingkungan. Sehingga dalam penyelenggaraannya, panitia menerapkan mekanisme pengurangan emisi karbon secara terukur dan terverifikasi sebagai langkah nyata mitigasi persoalan iklim.

“Perubahan iklim mendorong MKI untuk memperhatikan dampak lingkungan dari kegiatan atau event yang kami selenggarakan. Kami melihat Electricity Connect 2025 bukan hanya sekadar ruang berkumpulnya entitas ketenagalistrikan di Indonesia dan kawasan, melainkan juga medium penting untuk menyampaikan komitmen kami terhadap kelestarian lingkungan melalui penerapan Event Nol Emisi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Arsyadany mengapresiasi kesiapan PT PLN EMI yang dapat memfasilitasi penyelenggaraan acara besar ramah lingkungan dengan perhitungan jejak karbon dan penyediaan SPE. Pihaknya yakin, SPE mampu memberikan legitimasi atas kontribusi nyata MKI terhadap mitigasi emisi gas rumah kaca, serta mendukung pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

“Sebagai konsistensi yang telah dimulai tahun lalu, Electricity Connect 2025 merupakan event nol emisi di mana seluruh jejak karbon yang sudah ditinggalkan ditukar dengan SPE Gas Rumah Kaca,” pungkas Arsyadany.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.