Hingga H+2 Arus Balik Volume Lalu Lintas Meningkat 49,15 Persen

Hingga H+2 Arus Balik Volume Lalu Lintas Meningkat 49,15 Persen
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus balik Idulfitri 1447H/2026 dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta.

Pada periode hari H hingga H+2 Idulfitri (21–23 Maret 2026), tercatat sebanyak 133.091 kendaraan melintas menuju arah Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama. Volume lalu lintas tersebut meningkat signifikan sebesar 49,15% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 89.231 kendaraan.

“Berdasarkan data lalu lintas harian pada 23 Maret 2026, tercatat sebanyak 75.837 kendaraan dari wilayah timur trans jawa atau meningkat 197,66% dari lalu lintas normal sebanyak 25.478 kendaraan,” kata Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo di Jakarta, Rabu (25/3/26).

Tingginya volume lalu lintas ini menunjukkan bahwa pergerakan arus balik masih berlangsung dan diperkirakan akan terus meningkat. Seiring dengan kondisi tersebut, JTT bersama Kepolisian telah memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional dari KM 414 GT Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang s.d KM 70 GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek dilanjutkan dengan one way lokal dari KM 459 Jalan Tol Semarang-Solo s.d KM 414 GT Kalikangkung untuk menjaga kelancaran arus kendaraan serta meminimalkan potensi kepadatan di sepanjang Ruas Jalan Tol Trans Jawa.

“Untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pada arus balik, JTT memberikan alternatif pilihan perjalanan yang bisa dimanfaatkan pengguna jalan dengan memberlakukan kembali potongan tarif tol sebesar 30% untuk perjalanan menerus dari GT Kalikangkung Ruas Jalan Tol Batang–Semarang menuju GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada tanggal 26 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 27 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Selain itu, potongan tarif tol sebesar 23% untuk seluruh transaksi di Ruas Jalan Tol Batang–Semarang masih tetap diberlakukan sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan lalu lintas secara lebih merata sekaligus memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan,” tambahnya.

Sementara itu, untuk kendaraan menuju wilayah Timur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 164.271 kendaraan, naik 93,27% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 84.997 kendaraan.

Peningkatan volume kendaraan juga terlihat di sejumlah ruas tol yang dikelola JTT Group di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Wilayah Jawa Tengah
a. GT Kalikangkung
Kendaraan meninggalkan Semarang tercatat 101.774 kendaraan (naik 112,03% dari normal 48.000 kendaraan). Sementara kendaraan menuju Semarang tercatat 99.866 kendaraan (naik 116,23% dari normal 46.186 kendaraan).

b. GT Banyumanik
Arus menuju Jakarta tercatat 117.451 kendaraan (naik 91,96% dari normal 61.186 kendaraan). Sementara arah Solo mencapai 138.312 kendaraan (naik 94,84% dari normal 70.986 kendaraan).

Wilayah Jawa Timur
a. GT Warugunung
Kendaraan menuju Jakarta tercatat 105.746 kendaraan (naik 85,13% dari normal 57.121 kendaraan), sementara arah Surabaya mencapai 105.950 kendaraan (naik 68,79% dari normal 62.772 kendaraan).

b. GT Kejapanan Utama
Sebanyak 115.654 kendaraan menuju Surabaya (naik 44,90% dari normal 79.818 kendaraan), dan 117.832 kendaraan menuju Malang (naik 57,93% dari normal 74.608 kendaraan).

c. GT Singosari
Kendaraan menuju Surabaya tercatat 65.274 kendaraan (naik 51,65% dari normal 43.042 kendaraan), sementara arah Malang mencapai 61.873 kendaraan (naik 43,84% dari normal 43.014 kendaraan).

PT JTT mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk tetap mengutamakan keselamatan, merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.