Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) mencatat keuntungan bersih sebesar USD339,64 juta (sekitar Rp5,7 triliun) dari total pendapatan USD959,8 juta serta volume penjualan sebesar 0,94 ton di tahun 2025.
Krakatau Steel menilai pencapaian tersebut sebagai hal yang impresif. Pasalnya, Krakatau Steel pada tahun 2024 masih mengalami kerugian.
Untuk membalikan kinerja keuangan, Krakatau Steel menerapkan restrukturisasi utang dan penguatan operasional. Selain itu, dukungan dana sekaligus kepercayaan dari pemerintah dan Danantara turut menjadi faktor dari terciptanya profit di tahun 2025.
Peningkatan hasil usaha yang signifikan diiringi dengan peningkatan internal perusahaan. Struktur neraca dan tata kelola turut mengalami peningkatan.
“KRAS Reborn kini telah menjadi fondasi kokoh yang memperkuat daya saing dan ketahanan usaha Krakatau Steel. Perbaikan kinerja yang kita saksikan hari ini adalah hasil dari transformasi yang solid, berkelanjutan, dan adaptif,” kata Albar Djohan, Direktur Utama Krakatau Steel dikutip dari website resmi di Jakarta, Senin (4/5/26).
Selain perolehan laba, aspek positif yang dicatat oleh Krakatau Steel adalah kontribusi nyata bagi agenda nasional. Krakatau Steel aktif menyuplai kebutuhan baja untuk proyek energi dan infrastruktur strategis, mendukung program Makan bergizi Gratis (MBG), serta terlibat dalam aksi cepat tanggap.
Krakatau Steel telah terlibat dalam proyek-proyek daerah hingga berskala nasional. Salah satunya adalah proyek pengembangan Pelabuhan Cirebon Mandiri setelah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemkot Cilegon pada tanggal 21 Januari 2026.
Krakatau Steel turut terlibat dalam dua proyek hilirisasi, yakni pembangunan fasilitas produksi slab baja karbon berkapasitas 1,5 juta ton per tahun di Cilegon dan pendirian fasilitas produksi slab stainless steel berkapasitas 1,2 juta ton per tahun di Morowali.
Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka








