Jakarta, Bumntrack.co.id – Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) bersama Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) membahas kolaborasi strategis pengelolaan lalu lintas udara regional Asia Pasifik di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang.
“Pembahasan antara AirNav Indonesia dengan delegasi CAAS itu difokuskan pada pengembangan Air Traffic Flow Management (ATFM), implementasi Cross-Border Extended Arrival Flow Management (FlexMAN), serta modernisasi navigasi penerbangan melalui Minimum Implementation Path (MIP),” kata Capt. Avirianto Suratno selaku Direktur Utama AirNav, berdasarkan keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (12/5/26).
CAAS memberikan masukan untuk mengadopsi pendekatan Regional Air Traffic Management (RATM), meningkatkan situational awareness, serta collaborative decision making antarpemegang kepentingan navigasi penerbangan.
Masukan tersebut diterima baik oleh AirNav, mengingat ada proyeksi pertumbuhan lalu lintas udara di kawasan Asia Pasifik.
Agenda lain yang turut dibahas oleh kedua pihak adalah soal keterlibatan Indonesia dalam APAC Traffic Flow Coordination Call (TFCC) dalam koordinasi ATFM serta pembahasan lebih dalam tentang FlexMAN.
“Kolaborasi regional menjadi faktor penting dalam membangun sistem navigasi penerbangan yang adaptif terhadap pertumbuhan trafik udara dan tantangan operasional masa depan,” jelas Avirianto.
Isu pengaturan lalu lintas udara diprediksi akan hangat untuk beberapa waktu ke depan. AirNav telah dan akan menjalin komunikasi dengan pihak dari luar Indonesia untuk membahas solusi seputar air traffic.
Pada tanggal 16-18 Juni, Indonesia dipilih oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) untuk menjadi tuan rumah perdana rapat pembahasan APAC Project 30/10 Task Force. Jika dijelaskan dalam bahasa non-teknis, merupakan salah satu bagian dari inisiatif ICAO dalam menerapkan efisiensi operasional pesawat berupa pemendekan jarak antara pesawat di udara yang tidak mengabaikan aspek keselamatan.
Tujuan perencanaan rapat perdana tidak lepas dari realita bahwa setiap negara memiliki tingkat kesiapan teknologi, regulasi, dan karakteristik ruang udara antarnegara yang berbeda. Alhasil, diperlukan sebuah kesepakatan atau pelarasan sebelum pelaksanaan inisiatif secara penuh.
Indonesia telah mengadopsi sistem pengaturan lalu lintas udara yang terbaru dan lebih efektif bernama Air Traffic Management Automation System (ATMAS). Bahkan AirNav berencana menjadwalkan kunjungan ke Jakarta Air Traffic Control Center (JATSC) bagi para delegasi asing yang akan datang pada bulan Juni nanti untuk melihat ATMAS.
Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka








