RUPST Tahun Buku 2025, WEGE Catatkan Pendapatan Rp1,62 Triliun

RUPST Tahun Buku 2025, WEGE Perkuat Fundamental dan Siapkan Langkah Strategis
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menyetujui sejumlah keputusan strategis Perseroan. Laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dengan opini “Wajar Dalam Semua Hal Yang Material”.

Sepanjang tahun 2025, WEGE mencatatkan kontrak baru sebesar Rp1,71 triliun dan kontrak lama atau carry over sebesar Rp4,06 triliun, sehingga total kontrak atau order book Perseroan mencapai Rp5,77 triliun.

“Dari sisi kinerja keuangan, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1,62 triliun dan laba kotor sebesar Rp145 miliar. Perseroan juga mencatatkan posisi aset sebesar Rp4,04 triliun dan ekuitas sebesar Rp1,97 triliun,” kata Direktur Utama WEGE, Hadian Pramudita dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (

Di tengah kondisi industri konstruksi yang masih penuh tantangan, WEGE terus menjaga ketahanan fundamental melalui penguatan tata kelola, peningkatan disiplin operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih terukur. Pada tahun 2025, Perseroan berhasil mempertahankan Corporate Rating “idBBB” dengan outlook Stable dari PEFINDO, serta memperoleh tingkat kesehatan “Sehat” berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Perseroan terus berupaya menjaga kesinambungan usaha melalui penguatan fundamental, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin.

“Di tengah dinamika pasar konstruksi, Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga stabilitas keuangan, serta mendorong langkah-langkah efisiensi dan perbaikan operasional. Capaian rating idBBB dengan outlook Stable menjadi salah satu landasan bagi Perseroan untuk melanjutkan pemulihan kinerja secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Hadian.

RUPST juga menyetujui penetapan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik Heliantono dan Rekan untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan serta laporan lainnya untuk Tahun Buku 2026. Selain itu, RUPST memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pemegang Saham Mayoritas untuk menetapkan imbalan jasa audit dan persyaratan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam aspek penguatan tata kelola dan arah strategis jangka menengah, RUPST menyetujui pendelegasian kewenangan persetujuan RJPP Tahun 2026–2030 dan RKAP Tahun 2027 beserta perubahannya kepada Dewan Komisaris Perseroan, dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Mayoritas. Keputusan ini diharapkan dapat mendukung efektivitas proses perencanaan strategis Perseroan, dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kewajaran, dan keterbukaan informasi.

Komisaris Independen sekaligus Pelaksana Tugas Komisaris Utama WEGE, Joseph Prajogo, menyampaikan bahwa Dewan Komisaris senantiasa memberikan arahan agar Perseroan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengembangan usaha. “Pengembangan usaha Perseroan harus tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, sehingga risiko yang timbul dapat dimitigasi sedini mungkin. Dalam pengelolaan bisnis dan operasi, Perseroan juga perlu terus menerapkan prinsip GRC (Governance, Risk and Compliance) serta memastikan pengendalian internal berjalan secara berjenjang dan termonitor dengan baik,” ujar Joseph.

Selanjutnya, RUPST menyetujui perubahan susunan Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan. Dengan keputusan tersebut, susunan Dewan Komisaris dan Direksi WEGE ditetapkan sebagai berikut:

Dewan Komisaris
1 Komisaris Utama: Bambang Riswanda
2 Komisaris: Alwandi Syam
3 Komisaris: Danis Hidayat Sumadilaga
4 Komisaris: Independen Joseph Prajogo
5 Komisaris: Independen Taufan Gestoro

Direksi
1 Direktur Utama: Mahendra Vijaya
2 Direktur Operasi: Tomo Dwi Hasputro
3 Direktur Keuangan, Human Capital & Management Risiko: Rohandi
4 Direktur Quality, Health, Safety, Environment dan Pemasaran: Wahyu Hadi Prasetyo

Dengan terselenggaranya RUPST Tahun Buku 2025, WEGE menegaskan komitmennya untuk memperkuat fundamental bisnis melalui tata kelola yang transparan, disiplin pengelolaan risiko, efisiensi operasional, serta penguatan strategi pendanaan. Perseroan optimis bahwa penyelarasan strategi bisnis dan dukungan jajaran pengurus yang baru akan menjadi landasan penting dalam mendorong pemulihan kinerja dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham serta pemangku kepentingan.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.