Energi Yang Andal Tak Hanya Soal Pasokan, Tapi Juga Kualitas

Pengujian B40 di Laboratoriun Surveyor Indonesia (Foto: PTSI)
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Masyarakat umumnya melihat sektor energi dari apa yang tampak di permukaan seperti SPBU yang melayani kendaraan setiap hari, pembangkit listrik yang memasok kebutuhan rumah tangga dan industri, atau kapal tanker yang mengangkut komoditas energi dari satu wilayah ke wilayah lain. Namun di balik seluruh rantai pasok tersebut, terdapat aspek yang jarang menjadi perhatian publik, yakni pemastian kualitas dan kuantitas energi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, aspek tersebut menjadi semakin penting. Program biodiesel B40 yang terus berkembang, pertumbuhan konsumsi bahan bakar, serta meningkatnya kebutuhan listrik menuntut setiap komponen dalam rantai pasok energi bekerja secara andal. Sebab, gangguan kecil pada kualitas bahan bakar, pelumas, maupun aset pendukung dapat menimbulkan konsekuensi besar terhadap operasional dan pelayanan publik.

Dalam industri energi, kualitas tidak hanya berbicara mengenai spesifikasi produk saat diproduksi. Kualitas juga mencakup konsistensi produk selama distribusi, keamanan penggunaan, hingga kemampuan aset untuk beroperasi secara optimal dalam jangka panjang.

Salah satu komponen yang kerap luput dari perhatian adalah pelumas. Meski hanya merupakan bagian kecil dari keseluruhan sistem, pelumas memiliki fungsi vital dalam menjaga performa mesin pada sektor pembangkitan listrik, pertambangan, manufaktur, transportasi, hingga energi terbarukan.

Pelumas yang tidak sesuai spesifikasi dapat mempercepat keausan komponen, menurunkan efisiensi operasional, hingga menyebabkan kerusakan peralatan bernilai miliaran rupiah. Karena itu, berbagai perusahaan mulai memanfaatkan analisis kondisi pelumas untuk mendeteksi potensi gangguan sebelum kerusakan terjadi.

Kepala LSPro dan Laboratorium Pelumas dan Bahan Bakar PT Surveyor Indonesia (Persero), Salma Ilmiati, menjelaskan bahwa sampel pelumas dapat memberikan banyak informasi mengenai kondisi internal sebuah peralatan.

“Pelumas dapat dianalogikan sebagai darah bagi mesin industri. Dari sampel yang diuji, kami dapat melihat indikasi awal keausan komponen, kontaminasi, maupun perubahan kondisi operasi. Informasi tersebut membantu perusahaan mengambil tindakan sebelum kerusakan yang lebih besar terjadi,” ujar Salma Imiati di Jakarta, Kamis (18/6/26).

Praktik pemastian kualitas tersebut merupakan bagian dari industri Testing, Inspection, Certification, and Consultancy (TIC) yang berperan melakukan verifikasi independen terhadap produk, proses, maupun aset industri. Dalam sektor energi, layanan TIC digunakan untuk memastikan kualitas bahan bakar, memverifikasi kuantitas komoditas energi, menguji kondisi aset pembangkit, hingga memastikan kepatuhan terhadap standar dan regulasi.

Vice President Divisi Bisnis Strategis Oil, Gas, and Renewable Energy PT Surveyor Indonesia (Persero), Mahfud Arifin, menilai peran assurance akan semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas sektor energi.

“Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga oleh keandalan sistem yang mendukungnya. Di sinilah assurance berperan untuk memastikan kualitas, keselamatan, dan kepatuhan dapat terjaga secara konsisten,” katanya.

Menurut Mahfud, kebutuhan terhadap assurance akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi dan sumber energi baru. Program biodiesel, pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga perdagangan karbon membutuhkan sistem verifikasi yang mampu memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar.

Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Secara global, industri TIC berkembang menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung transisi energi. Jika sebelumnya peran TIC identik dengan inspeksi dan sertifikasi konvensional, kini ruang lingkupnya meluas ke pemanfaatan data digital, predictive maintenance, verifikasi ESG, hingga carbon assurance.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa tantangan energi modern tidak lagi hanya berkaitan dengan bagaimana energi diproduksi, tetapi juga bagaimana kualitas, keamanan, dan keandalannya dapat dijaga secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat, manfaatnya mungkin tidak selalu terlihat secara langsung. Namun assurance yang berjalan baik membantu memastikan kendaraan menggunakan bahan bakar yang sesuai standar, pasokan listrik lebih andal, aset industri beroperasi lebih aman, serta risiko gangguan layanan publik dapat diminimalkan.

Di tengah transisi energi global, kepercayaan menjadi faktor yang semakin penting. Ketika dunia bergerak menuju sistem energi yang lebih bersih dan kompleks, kebutuhan terhadap verifikasi independen, data yang dapat dipercaya, dan standar yang konsisten akan terus meningkat. Pada titik itulah assurance menjadi salah satu fondasi yang menjaga agar transformasi energi dapat berlangsung dengan aman dan berkelanjutan.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.