PTSI dan UMN Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir melalui Kolaborasi Pendidikan, Pemberdayaan, dan Konservasi

PTSI dan Universitas Multimedia Nusantara Perkuat Ketahanan Masyarakat Pesisir melalui Kolaborasi Pendidikan, Pemberdayaan, dan Konservasi
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem penting yang menopang kehidupan masyarakat pesisir sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan laut.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kasus kerusakan terumbu karang masih ditemukan di sejumlah wilayah Indonesia akibat aktivitas manusia, pencemaran, maupun perubahan kondisi lingkungan. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang perlu dijawab melalui kolaborasi lintas sektor.

Kerusakan ekosistem pesisir tidak hanya berdampak pada keberlangsungan biodiversitas laut, tetapi juga memengaruhi sektor perikanan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Berbagai kasus kerusakan yang terjadi menunjukkan pentingnya penguatan kesadaran lingkungan sejak dini, disertai upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu menjadi bagian dari solusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir.

BUMN dan institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat. Selain menghadirkan program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat, keterlibatan kedua sektor ini juga diperlukan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut di tengah masih ditemukannya berbagai kasus kerusakan terumbu karang di Indonesia.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI bersama Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Yayasan Konservasi Alam Bawah Laut (KABL) secara resmi meluncurkan Program Pesisir Berdaya Lestari di Pantai Ketapang, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Program ini merupakan wujud kolaborasi multipihak dalam membangun masyarakat pesisir yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan melalui penguatan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara terintegrasi.

Kegiatan peluncuran dihadiri oleh jajaran pimpinan PT Surveyor Indonesia (Persero), Universitas Multimedia Nusantara, pemerintah daerah, instansi teknis, sekolah, komunitas, serta masyarakat Desa Sukarame. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susianti, S.H., M.H., yang menunjukkan dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap berbagai inisiatif pembangunan pesisir yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan potensi daerah.

Program Pesisir Berdaya Lestari dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir melalui pendekatan yang menghubungkan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan konservasi lingkungan. Melalui kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan masa depan, termasuk mendorong upaya pencegahan berbagai kasus kerusakan lingkungan pesisir.

“Ketika berbicara tentang pesisir, yang kita jaga bukan hanya terumbu karang atau lingkungan laut, tetapi juga kehidupan masyarakat yang tumbuh dan bergantung di sekitarnya. Berbagai kasus kerusakan lingkungan pesisir mengingatkan kita bahwa keberlanjutan harus dibangun bersama-sama. Karena itu, melalui Program Pesisir Berdaya Lestari, kami menghubungkan pendidikan, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu pendekatan yang terintegrasi. Harapannya, masyarakat pesisir dapat semakin berdaya, lingkungan tetap terjaga, dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang,” kata Kepala Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Surveyor Indonesia (Persero), Martyanto Tedjo Purnomo di Jakarta, Senin (22/6/26).

Implementasi program diwujudkan melalui tiga pilar utama yang saling terintegrasi, yaitu pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Berbagai kasus kerusakan pesisir yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa ekosistem laut menghadapi tekanan yang semakin besar. Selain kasus kerusakan terumbu karang, kawasan pesisir juga dihadapkan pada persoalan pencemaran sampah, penurunan kualitas perairan, abrasi pantai, serta berkurangnya tutupan vegetasi pesisir yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Berbagai kasus tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi ekosistem, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.

Sejumlah kasus kerusakan lingkungan pesisir turut memperlihatkan pentingnya penguatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Dalam lingkup masyarakat, langkah-langkah sederhana seperti menjaga kebersihan pantai, mengurangi pembuangan sampah ke laut, mendukung pengelolaan sampah berbasis komunitas, serta meningkatkan literasi mengenai pentingnya terumbu karang dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan berbagai kasus kerusakan di masa mendatang. Upaya tersebut akan semakin efektif apabila didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat setempat.

Berbagai praktik baik yang telah dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Kegiatan seperti aksi bersih pantai, pengelolaan bank sampah, penanaman mangrove, rehabilitasi terumbu karang, hingga pembentukan kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) telah menjadi bagian dari upaya penanggulangan berbagai kasus kerusakan lingkungan pesisir. Selain membantu memulihkan kondisi lingkungan, berbagai inisiatif tersebut juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa perlindungan ekosistem laut merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di tingkat masyarakat.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.