Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat layanan transportasi publik massal yang aman, nyaman, andal, dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pekerjaan peningkatan prasarana di Stasiun Bogor, khususnya pada peron 6, 7, dan 8.
Pekerjaan yang dimulai sejak 15 April 2026 ini terus menunjukkan progres positif. Hingga Rabu, 1 Juli 2026, pekerjaan telah mencapai sekitar 90 persen dan diperkirakan dapat selesai lebih cepat dari target awal pada 15 Juli 2026.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan peningkatan prasarana di Stasiun Bogor dilakukan untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan KRL sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan.
“Pekerjaan peningkatan prasarana ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat layanan transportasi publik massal. Melalui perpanjangan peron 6, 7, dan 8, ke depan jalur tersebut dapat melayani rangkaian KRL dengan formasi 12 kereta, dari sebelumnya 10 kereta. Dengan demikian, kapasitas layanan dapat meningkat dan mobilitas masyarakat dapat semakin terlayani dengan baik,” ujar Franoto di Jakarta, Rabu (1/7/26)
Selain perpanjangan peron, pekerjaan juga mencakup pemasangan overcapping atau kanopi penutup area peron. Fasilitas tersebut disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, khususnya dalam melindungi pengguna jasa dari paparan panas dan hujan saat berada di area peron.
“Selain menambah kapasitas, aspek kenyamanan pelanggan juga menjadi perhatian. Pemasangan overcapping diharapkan dapat membuat pelanggan lebih nyaman saat menunggu perjalanan, baik saat cuaca panas maupun hujan,” kata Franoto.
Pada Rabu, 1 Juli 2026, dilakukan uji coba operasional ke 2 menggunakan KRL, dan sebelumnya telah dilakukan ujicoba menggunakan lokomotif untuk uji beban tanggal 29 Juni 2026, hal ini dilakukan sebagai bagian dari tahapan penyelesaian pekerjaan. Uji coba ini menjadi langkah penting untuk memastikan kesiapan keselamatan, dan kualitas prasarana sebelum digunakan secara optimal dalam mendukung pelayanan perjalanan KRL.
KAI sebagai pengelola stasiun terus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas prasarana perkeretaapian. Sementara itu, KAI Commuter sebagai pengelola pelayanan dan operasional KRL terus berkoordinasi untuk memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik selama proses pekerjaan berlangsung.
“Selama pekerjaan berlangsung, KAI terus berkoordinasi dengan KAI Commuter agar pelayanan kepada pengguna KRL tetap berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami mengimbau pelanggan untuk mengikuti arahan petugas di stasiun serta memperhatikan informasi layanan yang tersedia,” tutup Franoto.
Melalui peningkatan prasarana ini, KAI berharap Stasiun Bogor dapat semakin optimal dalam melayani mobilitas masyarakat, sekaligus mendukung arah kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan transportasi publik massal sebagai pilihan utama perjalanan sehari-hari.








