KAI Daop 1 Jakarta Amankan 2.611 Barang Tertinggal Senilai Rp3,1 Miliar, Begini Cara Melapor dan Mengambilnya

KAI Daop 1 Jakarta Amankan 2.611 Barang Tertinggal Senilai Rp3,1 Miliar, Begini Cara Melapor dan Mengambilnya
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 2.611 barang milik pelanggan ditemukan di stasiun maupun di atas kereta api sepanjang Semester I 2026. Ribuan barang tersebut memiliki total estimasi nilai mencapai Rp3,1 miliar dan telah ditangani melalui layanan Lost and Found KAI.

Berdasarkan kategorinya, barang temuan selama Januari hingga Juni 2026 terdiri atas 181 makanan, 1.622 barang kategori biasa, serta 808 barang berharga. Barang yang ditemukan beragam, mulai dari pakaian, tas, payung, botol minum, buku, dan alat pengisi daya hingga telepon seluler, laptop, dompet, uang tunai, perhiasan, serta dokumen penting.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, layanan Lost and Found merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memberikan kepastian, keamanan, dan kenyamanan kepada pelanggan, termasuk setelah perjalanan selesai.

“Setiap barang yang ditemukan, sekecil apa pun nilainya, tetap kami perlakukan sebagai amanah pelanggan. Petugas akan mencatat, mendokumentasikan, mengamankan, dan melakukan verifikasi secara teliti agar barang dapat dikembalikan kepada pemilik yang benar,” ujar Franoto di Jakarta, Selasa (14/7/26).

Dari total barang temuan tersebut, lebih dari 86 persen telah berhasil ditindaklanjuti. Sebanyak 1.643 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya, 42 barang berupa makanan ditangani sesuai ketentuan karena tidak memungkinkan untuk disimpan lebih lama, sementara 581 barang lainnya diserahkan kepada lembaga sosial atau pihak kepolisian sesuai dengan jenis barang, masa penyimpanan, dan ketentuan yang berlaku.

Franoto menjelaskan, barang pribadi yang tertinggal di kereta api maupun stasiun dapat menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan. Terlebih, kereta api digunakan secara bergantian oleh banyak pelanggan dan rangkaian akan kembali dipersiapkan untuk perjalanan selanjutnya.

Oleh karena itu, pelanggan yang menyadari barangnya tertinggal diimbau untuk tidak panik dan segera mengingat kembali lokasi terakhir barang tersebut diletakkan. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang dapat segera ditemukan.

“Pelanggan yang merasa kehilangan barang atau barangnya tertinggal di dalam kereta dapat segera melapor kepada kondektur atau petugas pelayanan yang sedang berdinas di atas kereta api. Apabila sudah berada di stasiun, laporan dapat disampaikan kepada petugas keamanan, Customer Service, atau bagian Lost and Found,” jelas Franoto.
Laporan juga dapat disampaikan melalui Contact Center KAI 121 melalui telepon 121, WhatsApp KAI 121 di nomor 0811-2223-3121, maupun kanal media sosial resmi KAI 121.

Dalam menyampaikan laporan, pelanggan perlu memberikan informasi secara lengkap, antara lain:

  1. Nama dan ciri-ciri barang yang tertinggal;
  2. Tanggal dan waktu perjalanan;
  3. Nama serta relasi kereta api;
  4. Nomor kereta dan nomor tempat duduk;
  5. Kode pemesanan atau kode booking tiket;
  6. Lokasi terakhir barang terlihat; dan
  7. Ciri khusus yang dapat membuktikan kepemilikan barang.

Setelah laporan diterima, petugas akan menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dan pencarian di atas kereta api maupun area stasiun. Apabila barang ditemukan pada saat itu juga, barang dapat segera diserahkan kepada pelanggan setelah proses verifikasi selesai.

Namun, apabila barang belum ditemukan, petugas akan mencatat laporan tersebut dan memberikan informasi mengenai perkembangan penanganannya melalui saluran komunikasi yang telah disampaikan pelanggan.

Petugas pengamanan stasiun juga secara berkala melakukan pemeriksaan di ruang tunggu, peron, area pelayanan, serta rangkaian kereta api, khususnya setelah kereta tiba di stasiun tujuan akhir. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada barang milik pelanggan yang tertinggal.

Barang yang ditemukan akan terlebih dahulu diumumkan melalui pengeras suara. Apabila belum ada pihak yang mengambil, barang akan didata, didokumentasikan, dimasukkan ke dalam sistem Lost and Found KAI, serta disimpan di tempat yang telah ditentukan sesuai kategori dan prosedur pengamanan.

“Kecepatan laporan sangat membantu proses pencarian. Namun, petugas juga wajib melakukan verifikasi untuk memastikan barang diserahkan kepada pemilik yang sah. Seluruh proses pelaporan, pencarian, hingga pengembalian barang melalui layanan Lost and Found KAI tidak dipungut biaya,” kata Franoto.

Pelanggan yang akan mengambil barang di stasiun harus menunjukkan dokumen identitas diri, seperti Kartu Tanda Penduduk, serta bukti perjalanan berupa tiket cetak maupun tiket elektronik. Pelanggan juga akan diminta menjelaskan ciri-ciri khusus barang untuk memastikan kesesuaian dengan data barang temuan.

Apabila pengambilan barang diwakilkan kepada orang lain, pelanggan perlu menyiapkan surat kuasa, salinan identitas pemilik barang dan penerima kuasa, serta bukti perjalanan. Seluruh dokumen akan diverifikasi oleh petugas sebelum barang diserahkan.

KAI mengingatkan pelanggan agar tidak memberikan kode pemesanan, identitas pribadi, maupun informasi detail mengenai barang kepada pihak yang tidak berkepentingan. Pelanggan juga diminta berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan KAI dan meminta biaya dalam proses pengembalian barang.

Franoto mengimbau seluruh pelanggan untuk memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan tempat duduk, kereta api, maupun area stasiun.

“Kami mengimbau pelanggan meluangkan waktu sejenak untuk memeriksa area tempat duduk, rak bagasi, kantong kursi, tempat pengisian daya, toilet, ruang tunggu, dan area sekitar sebelum melanjutkan perjalanan. Kewaspadaan sederhana dapat mencegah barang penting tertinggal serta menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman hingga tiba di tujuan,” tutup Franoto.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.