Nanik Deyang Mundur dari Posisi Kepala BGN

E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri dari jabatannya karena faktor kesehatan.

Melalui akun Facebook pribadinya, Nanik menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya,” tulis Nanik S Deyang dilansir dari akun Facebooknya, Rabu (22/7/26).

Dirimya tetap mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, masyarakat telah merasakan manfaat dari kehadiran MBG berupa menopang gizi anak-anak serta menggerakan ekonomi masyarakat, terutama bagi petani dan peternak.

Nanik juga membantah tudingan MBG sebagai instrumen politik sebab mayoritas penerima MBG adalah balita hingga anak SD, golongan yang tidak akan bisa mencoblos di Pemilu selanjutnya.

“Jadi kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029, mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama-sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita,” tegasnya.

Meskipun hanya memegang wewenang selama sebulan, ada beberapa perubahan signifikan yang diimplementasikan seperti menghentikan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama liburan sekolah, memangkas anggaran BGN, menghentikan pemberian MBG bagi pelajar SMA maupun siswa dari kalangan mampu, dan lain-lainnya.

Sejak kepemimpinan Nanik, BGN mulai melakukan perombakan struktural, terlebih setelah terkuaknya dugaan korupsi di tubuh BGN oleh Kejaksaan RI. Contohnya, sehari sebelum pengunduran diri Nanik (21/7), BGN telah melantik lima pejabat baru.

“Bahwa benar kami tidak bisa mungkin serta merta mengembalikan keadaan menjadi sempurna, itu kami mohon maklum. Tetapi dengan tim yang seperti sekarang ini, kami yakin bahwa program ini ke depan akan lebih baik lagi,” kata Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari.

Ada beberapa PR yang akan dihadapi oleh kepala BGN yang baru. Salah duanya adalah menghadapi mitra-mitra BGN yang merasa dirugikan akibat perubahan kebijakan serta tuntutan dari Presiden untuk segera berbenah dalam waktu satu bulan.

Perubahan struktur maupun kebijakan dalam BGN juga mempengaruhi BUMN-BUMN. Pasalnya, Perum BULOG bukanlah satu-satunya BUMN yang terlibat dalam program nasional itu. Krakatau Steel, misalnya, memiliki peran sebagai pemasok baja untuk pembuatan ompreng ( food tray ).

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.