Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus mempercepat transformasi layanan melalui modernisasi sarana kereta api. Hingga Rabu (5/8), sebanyak 32 dari total 75 keberangkatan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen telah menggunakan rangkaian (stamformasi) yang memuat Kereta New Generation maupun Stainless Steel (SS) New Generation.
Jumlah tersebut setara dengan hampir 42 persen dari seluruh perjalanan KA Jarak Jauh yang berangkat dari dua stasiun utama di Jakarta pada hari yang sama. Dari jumlah tersebut, 28 keberangkatan menggunakan sarana Stainless Steel New Generation, sedangkan empat keberangkatan menggunakan sarana New Generation hasil modernisasi Balai Yasa Manggarai.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan peningkatan penggunaan sarana generasi baru merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan moda transportasi yang semakin modern, nyaman, aman, dan sesuai dengan ekspektasi masyarakat.
“Transformasi layanan KAI tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui modernisasi sarana yang langsung dirasakan pelanggan. Kini masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan kereta yang lebih nyaman, interior yang lebih modern, tempat duduk ergonomis, ruang kabin yang lebih lega, serta berbagai fasilitas pendukung yang meningkatkan kualitas perjalanan,” ujar Franoto di Jakarta, Rabu (5/8/26).
Ia menjelaskan bahwa Kereta New Generation dan Stainless Steel New Generation merupakan dua jenis sarana dengan karakteristik berbeda.
Kereta New Generation merupakan hasil peningkatan (upgrade) sarana yang dilakukan secara mandiri oleh KAI melalui Balai Yasa Manggarai. Modernisasi tersebut meliputi penggantian kursi menjadi lebih ergonomis, seluruh kursi menghadap arah perjalanan, ruang kaki (legroom) yang lebih luas, serta pembaruan interior sehingga memberikan kenyamanan yang lebih baik dibandingkan sarana sebelumnya.
Sementara itu, Stainless Steel New Generation (SS New Generation) merupakan sarana baru berbodi baja nirkarat (stainless steel) produksi PT INKA (Persero). Selain memiliki desain yang lebih modern, kereta ini juga dilengkapi berbagai teknologi terbaru, seperti:
Kursi konfigurasi 2-2 yang dapat direbahkan (reclining) dan diputar mengikuti arah perjalanan (revolving seat);
- Pintu otomatis elektrik;
- Passenger Information Display System (PIDS);
- Kabin yang lebih senyap;
- Sistem pencahayaan LED modern;
- Interior yang lebih elegan dan lapang.
“Kedua jenis sarana ini sama-sama memberikan peningkatan kualitas perjalanan. New Generation merupakan bukti kemampuan KAI dalam melakukan inovasi dan modernisasi secara mandiri, sedangkan Stainless Steel New Generation menjadi representasi kemajuan industri perkeretaapian nasional melalui produk terbaru PT INKA,” jelas Franoto.
32 Keberangkatan Sudah Menggunakan Sarana Generasi Baru
Dari Stasiun Gambir, terdapat 16 keberangkatan yang telah menggunakan stamformasi dengan sarana Stainless Steel New Generation. Perjalanan tersebut di antaranya dilayani oleh KA Argo Semeru, Argo Muria, Parahyangan, Taksaka, Argo Dwipangga, Argo Sindoro, Argo Lawu, Bima, Gajayana, Anggrek, dan Batavia yang melayani relasi menuju Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, hingga Surabaya.
Sementara itu, dari Stasiun Pasar Senen, terdapat 16 keberangkatan yang menggunakan rangkaian New Generation maupun Stainless Steel New Generation, di antaranya KA Fajar Utama Solo, Dharmawangsa Ekspres, Tegal Bahari, Gayabaru Malam Selatan, Matarmaja, Jaka Tingkir, Blambangan Ekspres, Bangunkarta, Brantas, Majapahit, Bogowonto, Gumarang, Mataram, Singasari, Jayabaya, dan Progo.
Franoto menambahkan bahwa komposisi stamformasi kereta dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kebutuhan operasional, kesiapan sarana, serta pola perjalanan kereta api. Namun demikian, setiap sarana yang akan dioperasikan selalu melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan telah memenuhi standar yang ditetapkan.
“Modernisasi sarana merupakan bagian penting dari transformasi berkelanjutan KAI. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa setiap perjalanan dengan kereta api kini semakin nyaman, modern, dan menyenangkan. Kehadiran New Generation dan Stainless Steel New Generation diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan dalam bepergian antarkota,” tutup Franoto.
Daftar Keberangkatan dengan Sarana New Generation dan SS New Generation
Keberangkatan Stasiun Gambir :
- KA 6 Argo Semeru relasi Gambir – Surabaya Gubeng, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 06.20 WIB.
- KA 20A Argo Muria relasi Gambir- Semarang Tawang, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 07.15 WIB.
- KA 132B Parahyangan relasi Gambir – Bandung, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 07.30 WIB.
- KA 46 Taksaka relasi Gambir- Yogyakarta, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 07.45 WIB.
- KA 2B Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 08.20 WIB.
- KA 16 Argo Dwipangga relasi Gambir-Solo Balapan, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 08.50 WIB.
- KA 7006 Batavia relasi Gambir-Solo Balapan, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 09.35 WIB.
- KA 44 Taksaka relasi Gambir-Yogyakarta, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 14.00 WIB.
- KA 18 Argo Sindoro relasi Gambir-Semarang Tawang, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 16.45 WIB.
- KA 8 Bima relasi Gambir-Surabaya Gubeng, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 17.00 WIB.
- KA 36 Gajayana relasi Gambir-Malang, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 18.50 WIB.
- KA 4B Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasarturi, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 20.30 WIB.
- KA 14 Argo Lawu relasi Gambir- Solo Balapan, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 20.45 WIB.
- KA 48 Taksaka relasi Gambir- Yogyakarta, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 21.20 WIB.
- KA 22 Argo Muria relasi Gambir-Semarang Tawang, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 22.40 WIB.
- KA 140B Parahyangan relasi Gambir-Bandung, berangkat dari Stasiun Gambir pukul 23.05 WIB.
Keberangkatan Stasiun Pasar Senen :
- KA 74B Fajar Utama Solo relasi Pasarsenen-Solo Balapan, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 05.40 WIB.
- KA 166A Dharmawangsa Ekspres relasi Pasarsenen-Surabaya Pasarturi, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 08.10 WIB.
- KA 204 Tegal Bahari relasi Pasarsenen-Tegal, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 10.40 WIB.
- KA 90 Gayabaru Malam Selatan relasi Pasarsenen-Surabaya Gubeng, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 11.10 WIB.
- KA 270 Matarmaja relasi Pasarsenen-Malang, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 11.25 WIB.
- KA 256B Jaka Tingkir relasi Pasarsenen-Purwosari, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 11.50 WIB.
- KA 146 Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen-Surabaya Pasarturi, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 12.10 WIB.
- KA 162 Bangunkarta relasi Pasarsenen-Jombang, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 12.25 WIB.
- KA 152 Brantas relasi Pasarsenen-Blitar, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 14.10 WIB.
- KA 246B Majapahit relasi Pasarsenen-Malang, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 17.40 WIB.
- KA 104B Bogowonto relasi Pasarsenen-Lempuyangan, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 18.10 WIB.
- KA 164A Gumarang relasi Pasarsenen-Surabaya Pasarturi, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 21.30 WIB.
- KA 76B Mataram relasi Pasarsenen-Solobalapan, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 21.40 WIB.
- KA 150 Singasari relasi Pasarsenen-Blitar, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 21.55 WIB.
- KA 92 Jayabaya relasi Pasarsenen-Surabaya Pasarturi, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 22.15 WIB.
- KA 258B Progo relasi Pasarsenen-Lempuyangan, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 23.20 WIB.








