Jakarta, Bumntrack.co.id – Dalam rangka mengembangkan teknologi informasi, PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menyelenggarakan diskusi bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Jakarta pada hari Jumat (9/10).
Pasalnya, sistem operasional serta infrastruktur digital diperlukan untuk mendukung aktivitas perusahaan, dari pengolahan komoditas hingga hilirisasi. Kemajuan teknologi juga dipandang sebagai solusi pengurangan risiko.
“Seiring dengan semakin luasnya wilayah operasional dan berkembangnya kegiatan bisnis Agrinas Palma, kebutuhan terhadap infrastruktur teknologi informasi yang andal dan aman menjadi semakin penting,” jelas Direktur Kemitraan dan Plasma Agrinas Palma, Seger Budiarjo.
Kedua pihak membahas penggunaan Instrumen Penilaian Kematangan Keamanan Siber (IKAS) sekaligus potensi dari sertifikasi elektronik dan layanan kriptografi.
Pemanfaatan teknologi bukan hanya soal keamanan, tetapi juga meliputi internal perusahaan. Contohnya, sertifikasi elektronik serta kriptografi dapat dipakai untuk mendukung keabsahan dokumen elektronik.
“BSSN mendukung langkah Agrinas Palma dalam memperkuat keamanan siber sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan operasional dan perlindungan informasi perusahaan,” imbuh Direktur Keamanan Siber dan Sandi Energi dan Sumber Daya Alam BSSN, Asri Setyowati.
Dalam beberapa bulan terakhir, Agrinas Palma telah mendorong penerapan teknologi informasi lebih lanjut. Salah satunya adalah peluncuran Integrated Procurement System (IPS) pada awal bulan Juli 2026. Melalui platform tersebut, Agrina Palma dapat menata seluruh tahap pengadaan.
“IPS menghadirkan proses pengadaan yang lebih efektif melalui sistem yang terintegrasi serta pembagian kewenangan yang lebih proporsional antara kantor pusat dan regional.” ujar Direktur SDM & Umum Agrinas Palma, Erry Herman, dilansir dari keterangan resmi yang dikutip pada Rabu (14/10/26).
Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka








