Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Integrasi Aviasi Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS) bersama PT IAS Support Indonesia melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk InJourney Green: Penanaman Berkelanjutan Teluk Benoa di kawasan Eco Mangrove Segara Ayu, Teluk Benoa, Bali. Program ini menargetkan penanaman dan pemeliharaan 2.500 pohon mangrove jenis Rhizophora sebagai upaya mendukung pelestarian ekosistem pesisir, mengurangi emisi karbon, dan mendorong keberlanjutan lingkungan.
Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari upaya pelestarian lingkungan yang dilaksanakan IAS Group di lokasi yang sama pada tahun sebelumnya melalui penanaman 2.800 pohon mangrove. Kesinambungan program tersebut mencerminkan komitmen IAS Group dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Direktur Hubungan Lembaga IAS, Dody Rahmadi Amar, menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan berkelanjutan merupakan komitmen IAS Group yang diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem.
“Melalui InJourney Green, IAS Group berkomitmen untuk terus mengambil peran dalam menjaga kelestarian ekosistem melalui upaya konservasi mangrove yang berkelanjutan. Kami memastikan komitmen ini dapat dirasakan dalam jangka panjang, termasuk pemeliharaan dan pemantauan. Kami berharap upaya ini dapat berkontribusi terhadap kelestarian kawasan pesisir Bali khususnya di Teluk Benoa, Bali sekaligus mendukung terjaganya lingkungan bagi generasi mendatang,” ujar Dody Rahmadi Amar dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (14/10/26).
Pelaksanaan program ini mencakup penanaman, pemeliharaan mangrove, serta pemantauan dan evaluasi. IAS Group juga mendorong keterlibatan komunitas lokal, relawan, dan pemangku kepentingan guna memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir Teluk Benoa.
Pemantauan dan evaluasi program dilakukan dengan memperhatikan sejumlah indikator, antara lain jumlah pohon yang ditanam, tingkat partisipasi peserta, volume sampah yang terkumpul, serta perubahan perilaku dan kondisi lingkungan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk menilai efektivitas kegiatan dan mengidentifikasi langkah perbaikan guna meningkatkan manfaat bagi ekosistem pesisir dan masyarakat sekitar.
Melalui program InJourney Green, IAS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan sebagai bagian dari penerapan prinsip berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi IAS dalam menjaga kawasan pesisir bagi generasi mendatang.








