Jakarta, bumntrack.co.id— Asosiasi Pelaku Komoditas Agro Indonesia (APKA Indonesia) akan menggelar Pelantikan, Pengukuhan Pengurus, dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 21-22 November 2026 di Candi Bentar Hall, Ancol, Jakarta. Agenda ini menjadi momentum konsolidasi untuk membangun ekosistem agro terintegrasi dan berorientasi ekspor.
Persiapan dibahas dalam rapat panitia di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, 18 Oktober 2026. Fokusnya memantapkan struktur organisasi dari pusat hingga kecamatan sebagai fondasi penghubung petani, nelayan, peternak, pelaku industri, dan buyer internasional.
APKA memprioritaskan lima sektor strategis, yakni pertanian, perkebunan, hortikultura, perikanan, dan peternakan. Dalam visi 10 tahun, APKA menargetkan penguasaan rantai pasok dari hulu ke hilir agar komoditas nasional lebih berdaya saing dan memberi manfaat ekonomi yang merata.
Salah satu strategi kunci adalah pembentukan badan otonom buyer. Ketua Umum menjadi mitra buyer luar negeri untuk memetakan kebutuhan, volume, dan standar kualitas, yang kemudian diterjemahkan menjadi program produksi di daerah melalui DPP, DPD, DPC, hingga ranting kecamatan.
“Produksi harus berdasarkan kebutuhan pasar, bukan kebiasaan. Pasar sebagai penggerak, industri sebagai pencipta nilai tambah,” demikian arahan Ketua Umum APKA Indonesia, Hendra Firmansyah.
APKA juga mendorong transformasi petani dan nelayan menjadi pelaku usaha melalui pelatihan, pendampingan teknis, akses sarana produksi, dan fasilitasi pembiayaan KUR sesuai ketentuan. Akses ekspor diberikan berdasarkan kesesuaian produk dengan standar buyer.

Penguatan rantai pasok ini sejalan dengan rencana investasi hilirisasi Firman’s Group senilai Rp4,3 triliun yang mencakup pabrik pengolahan kelapa, pala, kakao, kawasan industri terpadu bawang putih, serta pabrik ayam kaleng di Gorontalo Utara.
Memasuki 2027, APKA akan fokus mengembangkan lima komoditas, yakni bawang, kentang, wortel, cabai, dan jagung.
Melalui Rakornas 2026, APKA menargetkan lahirnya agenda kerja konkret untuk memperkuat kelembagaan, perluasan pasar ekspor, dan percepatan hilirisasi agro nasional.








