Jelang Rakornas di Ancol, APKA Matangkan Konsolidasi 300 Pengurus se-Indonesia

E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

Jakarta, bumntrack.co.id— Asosiasi Pelaku Komoditas Agro Indonesia (APKA Indonesia) akan menggelar Pelantikan, Pengukuhan, dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 21-22 November 2026 di Candi Bentar Hall, Ancol, Jakarta.

Mengusung tema “Bersatu Membangun Agro Indonesia yang Berdaya Saing dan Berkelas Dunia”, agenda ini menjadi momentum konsolidasi 300 pengurus terpilih dari seluruh Indonesia.

Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam pertemuan panitia di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, pada 18 Oktober 2026. Selain mematangkan agenda pelantikan dan Rakornas, pembahasan juga mengarah pada penguatan struktur organisasi APKA Indonesia yang mencakup tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan.

Ketua Umum APKA Indonesia, Hendra Firmansyah, mengatakan APKA lahir untuk menjawab persoalan mendasar sektor agro nasional.

“Indonesia kaya akan komoditas, tapi ekosistemnya belum terintegrasi dari hulu ke hilir. Petani dan nelayan kita masih kesulitan akses pembiayaan, teknologi, dan pasar ekspor. APKA hadir untuk menjembatani itu,” ujar Hendra.

Menurut Hendra yang juga CEO dan Founder Firman’s Group, APKA tidak hanya menjadi asosiasi profesi, melainkan platform kolaborasi yang membangun rantai lengkap dari input, produksi, pengolahan, logistik, hingga ekspor.

Fokus APKA ada pada lima sektor, yakni pertanian, perkebunan, holtikultura, perikanan, dan peternakan. Targetnya dalam 10 tahun ke depan bisa menguasai rantai pasok secara utuh.

“Kelebihan APKA ada di ujung, yaitu buyer. Saya sudah 24 tahun di trading perkebunan, jadi pasarnya sudah ada. Tinggal kita bangun industrinya dan ubah mindset petani sesuai standar buyer,” katanya.

Ia menjelaskan, di dalam APKA terdapat badan otonom yang berisi para buyer. Mekanismenya, buyer kontrak dengan APKA, APKA kontrak dengan petani.

“Anggota APKA wajib berbisnis dan wajib dapat cuan. Tidak ada anggota yang tidak berbisnis. Itu hukumnya wajib,” tegas Hendra.

Untuk itu, anggota yang sudah mengantongi kontrak akan difasilitasi KUR 3 persen, bantuan benih dan pupuk, hingga pelatihan dan studi banding ke luar negeri.

Saat ini, kata Hendra, Firman’s Group tengah menjalankan program hilirisasi Kementerian Pertanian senilai Rp4,3 triliun untuk membangun pabrik kopra, porang, kakao, kawasan industri bawang putih, hingga pabrik ayam kaleng di Gorontalo Utara untuk ekspor.

“Kalau mau agro Indonesia berkelas dunia, kita harus jadi oligarki yang sehat. Dari rantai paling bawah sampai atas semua menikmati. Itu tujuan APKA,” pungkasnya.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.