Tokyo, Jepang, Bumntrack.co.id— Firman’s Group memperkuat langkah ekspansi kerja sama internasional melalui kunjungan bisnis ke Jepang, Senin 19 Oktober 2026. Kunjungan yang dipimpin oleh Hendra Firmansyah, Founder & CEO Firman’s Group ini diarahkan untuk membuka peluang investasi, transfer teknologi, riset dan pengembangan, serta memperluas akses pasar bagi pengembangan hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan Indonesia.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Hendra Firmansyah melakukan pertemuan dengan NTT West, salah satu perusahaan telekomunikasi raksasa di Osaka. Menurutnya, pertemuan ini menjadi bagian dari penjajakan untuk mengajak NTT West berkontribusi dalam memperkuat FIGIC, sekaligus membangun konektivitas kerja sama dengan pasar dan investor Jepang.
“Hasil paling strategis yang ingin dicapai salah satunya terkait perkembangan teknologi IoT dan satelit untuk menyempurnakan sistem Firman’s Group Indonesian Commodity (FIGIC),” ungkap Hendra.
Keterlibatan perusahaan teknologi Jepang diharapkan dapat membuka peluang pemanfaatan teknologi digital, konektivitas, dan inovasi untuk mendukung pengembangan ekosistem bisnis serta investasi yang terintegrasi antara Indonesia dan Jepang.
Dari Osaka, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Tokyo untuk menjalankan agenda kerja sama bisnis dan investasi berikutnya.
Pada hari ketiga kunjungan, Firman’s Group menjadwalkan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Space Seed Holdings Jepang dan A-Wing Group Jepang.
Kerja sama ini diarahkan pada pengembangan investasi, transfer teknologi, serta riset dan pengembangan untuk mempercepat hilirisasi komoditas pertanian, perkebunan, dan perikanan Indonesia.
“Dengan A-Wing Group kita lebih condong kepada dua hal, yaitu pengembang riset and development, serta pembukaan jalur investasi dalam bentuk finansial. Kita akan buat dalam bentuk forum bisnis yang nantinya akan difasilitasi oleh KBRI di Jepang,” ungkap Hendra.
Melalui penjajakan tersebut, Firman’s Group ingin mendorong transformasi sektor agro dari pola usaha berbasis bahan mentah menuju industri bernilai tambah yang didukung teknologi, inovasi, dan akses pasar internasional.
Firman’s Group menempatkan kerja sama dengan mitra Jepang sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat rantai nilai komoditas nasional. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga membuka ruang bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan teknologi pengolahan, dan peningkatan daya saing produk Indonesia.
“Kami ingin mengundang para investor Jepang untuk berkolaborasi dengan Firman’s Group terkait pengembangan hilirisasi industri pertanian, perkebunan, dan holtikultura. Investasinya dalam tiga bentuk, yaitu finasial, teknologi, dan RnD (riset and development), yang akan dituangkan dalam joint venture antara Firman’s Group dengan beberapa perusahaan investor dalam bentuk konsorsium,” ungkap Hendra.
Agenda kunjungan juga mencakup audiensi dengan Fungsi Ekonomi dan Atase Pertanian KBRI Tokyo. Dalam pertemuan tersebut, rombongan memperoleh undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Green Expo pada Maret–September 2027 serta Agro Innovation pada 9–12 Maret 2027, yang berkaitan dengan penguatan kerja sama sektor pangan dan agro.
Partisipasi dalam forum tersebut menjadi peluang bagi Firman’s Group untuk memperkenalkan potensi komoditas Indonesia, menjajaki kemitraan bisnis, dan memperluas jejaring dengan pelaku industri serta investor Jepang.
Dengan menghubungkan potensi sumber daya alam Indonesia dan keunggulan teknologi Jepang, kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat posisi komoditas Indonesia di pasar global.








