Integrasikan Energi Hijau dan Ekonomi Desa, PLN EPI Raih ESG Now Awards 2026

E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meraih penghargaan ESG Now Awards 2026 kategori Inclusive & Equitable Development melalui program Desa Berdaya Energi Gunungkidul. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan PLN EPI mengintegrasikan pengembangan energi biomassa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Program Desa Berdaya Energi Gunungkidul yang dilaksanakan di Kalurahan Gombang dan Karang Asem, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta ini mengedepankan pendekatan Creating Shared Value (CSV) yakni menciptakan nilai ekonomi bersama melalui pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung kebutuhan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam mengembangkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi dan manfaat lingkungan yang berkelanjutan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN EPI untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui Desa Berdaya Energi, kami mengintegrasikan pengembangan biomassa dengan sektor pertanian, peternakan, dan UMKM sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari rantai nilai energi hijau,” ujar Mamit di Jakarta, Kamis (22/10/26).

Mamit menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Gunungkidul adalah keterbatasan ketersediaan pakan ternak saat musim kemarau yang meningkatkan biaya pemeliharaan. Melalui pengembangan tanaman energi multifungsi, PLN EPI menghadirkan solusi yang mengintegrasikan penyediaan bahan baku biomassa dengan kebutuhan pakan ternak masyarakat.

Program ini telah mendorong penanaman sekitar 130 ribu pohon biomassa multifungsi seperti Indigofera, Kaliandra, Gamal, dan Gmelina di atas lahan seluas 86 hektare. Selain berpotensi menjadi sumber bahan baku biomassa untuk pembangkit, tanaman tersebut juga mendukung penyediaan pakan ternak serta penghijauan lahan.

PLN EPI juga mendorong penguatan kelembagaan BUMDes dan pengembangan UMKM berbasis digital untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan program TJSL tidak hanya diukur dari jumlah bantuan atau kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana program mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menciptakan nilai tambah ekonomi, sosial, serta lingkungan. Inilah semangat Creating Shared Value yang terus kami dorong dalam pengembangan program PLN EPI,” tambah Mamit.

Melalui Desa Berdaya Energi Gunungkidul, PLN EPI membuktikan bahwa pengembangan energi hijau dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Biomassa tidak hanya menjadi sumber energi alternatif bagi pembangkit listrik, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi desa, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menciptakan manfaat lingkungan yang berkelanjutan.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.