Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut melalui fasilitasi perizinan penggunaan area Taman Stasiun Manggarai sebagai lokasi pameran. Dukungan ini merupakan bentuk keterbukaan KAI terhadap pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan masyarakat yang positif, edukatif, dan tetap memperhatikan ketentuan di lingkungan perkeretaapian.
Pameran yang dibuka pada Minggu (25/10) tersebut merupakan bagian dari kegiatan seni yang melibatkan Komunitas Seni Ngakarya bersama pihak-pihak terkait. Pembukaan turut dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Komunitas Seni Ngakarya, serta KAI Daop 1 Jakarta.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para pegiat seni yang menghadirkan kegiatan kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitar Stasiun Manggarai.
“KAI mengapresiasi inisiatif para penyelenggara dan komunitas seni yang telah menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat. Kami mendukung melalui fasilitasi perizinan penggunaan lokasi, sehingga area publik di sekitar stasiun dapat dimanfaatkan untuk aktivitas kreatif yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar,” ujar Franoto di Jakarta, Senin (26/10/26).
Kelas Kanvas, Wadah Kreativitas Anak-Anak Manggarai
Salah satu kegiatan yang diperkenalkan dalam pameran ini adalah Kelas Kanvas, sebuah program sosial yang diinisiasi Komunitas Seni Ngakarya dengan menghadirkan kelas menggambar gratis bagi anak-anak di lingkungan RW 02 Manggarai. Program tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal seni, mengembangkan imajinasi, serta mengekspresikan gagasan melalui kegiatan menggambar.
Kehadiran Kelas Kanvas sekaligus memperlihatkan bagaimana inisiatif komunitas dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar melalui kegiatan edukatif yang sederhana namun bermakna.
KAI Daop 1 Jakarta memandang kegiatan berbasis komunitas seperti ini sebagai salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih kreatif, ramah, dan inklusif.
Instalasi “NO ROOF STANDS ALONE”, Pesan Kebersamaan di Ruang Publik
Selain kegiatan edukasi, Pameran Saling Sangga juga menampilkan karya instalasi seni berjudul “NO ROOF STANDS ALONE” karya Doodz (Mixed Media, 2026).
Karya tersebut mengangkat filosofi kebersamaan, bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk saling mendukung dan tumbuh bersama.
Melalui karya yang dipamerkan di Taman Stasiun Manggarai, masyarakat diajak merefleksikan pentingnya hubungan antarmanusia, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan kebersamaan yang dihadirkan melalui pameran ini juga menjadi pengingat bahwa ruang publik memiliki peran penting sebagai tempat bertemunya berbagai aktivitas dan lapisan masyarakat.
KAI Dukung Pemanfaatan Ruang Publik Secara Positif dan Bertanggung Jawab
Sebagai salah satu simpul transportasi strategis di Jakarta, kawasan Stasiun Manggarai memiliki kedekatan dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. KAI Daop 1 Jakarta terbuka terhadap kolaborasi dan kegiatan masyarakat yang memberikan manfaat sosial, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, ketertiban, kebersihan, serta kelancaran operasional perkeretaapian.
Franoto menegaskan bahwa pemanfaatan area publik di lingkungan stasiun perlu dilaksanakan secara terkoordinasi dan sesuai ketentuan yang berlaku agar kegiatan masyarakat dapat berjalan berdampingan dengan fungsi utama stasiun sebagai fasilitas transportasi.
“Kami berharap kegiatan Saling Sangga dapat memberikan pengalaman positif bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama dalam menjaga fasilitas publik. KAI akan terus membangun hubungan baik dengan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan, serta mendukung kegiatan yang bermanfaat sesuai ketentuan yang berlaku, sebagai bagian dari semangat perusahaan untuk semakin melayani,” tutup Franoto.
Pameran Saling Sangga berlangsung hingga 31 Oktober 2026 di Taman Stasiun Manggarai. Kehadiran kegiatan ini diharapkan dapat memperluas apresiasi terhadap karya seni sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap ruang publik.








