BERITA

Angkasa Pura I: Pemberlakuan Rapid Antigen Tak Menyurutkan Minat Masyarakat Naik Pesawat

Jakarta, Bumntrack.co.id – Berdasarkan tren peningkatan penumpang di 15 bandara kelolaan, PT Angkasa Pura I (persero) optimis bisnis penerbangan saat ini mulai beranjak pulih. Salah satu penyebabnya adalah naiknya keyakinan penumpang akan rasa aman, sehat dan keselamatan ketika menggunakan layanan transportasi udara.

“Kami pastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik di seluruh bandara Angkasa Pura I. Secara khusus, kami juga melakukan monitoring 15 bandara secara langsung. Saya pastikan tidak terjadi penumpukan penumpang yang pada akhirnya menimbulkan risiko penyebaran covid-19. Aspek keselamatan, keamanan dan kesehatan dilakukan dengan baik,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi di Jakarta, Rabu (30/12).

Dengan adanya pandemi Covid-19 yang menunjukkan kondisi belum semakin membaik, pemerintah secara khusus menerbitkan aturan penerbangan angkutan udara. Sebelum periode libur Natal dan Tahun Baru 2021, pemerintah melalui Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 3 Tahun 2020 dan SE Kemenhub Nomor 23 Tahun 2020 mewajibkan Rapid Antigen penumpang pesawat, khusus untuk Bali diwajibkan melakukan PCR Swab. Angkasa Pura I melalui posko Nataru memberlakukan peraturan mulai dari 18 desember hingga 4 januari 2021.

“Pada 18 sampai 29 Desember, jumlah penumpang yang di 15 bandara mencapai 1.230.488. Dari 15 bandara kelolaan, pertumbuhan tertinggi ada di bandara Ujung Pandang 259.418 penumpang, kedua bandara Juanda Surabaya 226.041 penumpang, dan ketiga bandara Ngurai Rai Denpasar 150.495 penumpang. Biasanya Bandara Ngurah Rai Denpasar dalam Nataru menjadi trafik tertinggi, tetapi karena tidak ada penerbangan internasional, maka tidak lebih baik dari Juanda dan Ujung Pandang,” tambahnya.

Dalam periode Nataru, Angkasa pura rata-rata melayani 102.541 penumpang per hari di 15 bandara. Dibandingkan kondisi sebelum Nataru, penumpang yang menggunakan layanan udara rata-rata 97.526 penumpang. “Artinya ada peningkatan dari Desember awal dan periode peak season Nataru, sekitar 5 persen,” jelasnya.

Dibandingkan periode tahun sebelumnya, Angkasa Pura melayani penumpang per hari mencapai 223.000. Apabila dibandingkan rata-rata setelah terjadi pandemi Covid-19, maka ini sudah mencapai 45 persen dari kondisi normal. Meskipun terjadi peningkataan penumpang, Angkasa Pura I tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat.

“Jumlah penumpang tertinggi terjadi pada 23/24 desember, per hari menembus 123.000 orang per harinya di 15 bandara. Ini trafik tertinggi selama pandemi covid-19. Tren kenaikan ini menunjukkan tanda-tanda peningkatakan walaupun ada pengetatan persyaratan. Tandinya cukup rapid antibodi, sekarang menjadi Rapid Antigen dan PCR swab untuk Bali,” terangnya.

Terkait pelaksanaan Nataru dari 18 Desember hingga 4 Januari 2021, maskapai sebelumnya telah mengajukan extra flight sebanyak 420 kali. Namun sampai 28 Desember 2020, realisasi Extra Flight hanya 182 kali, artinya 43 persen dari permintaan.

Artikel Terkait

Back to top button