Bali Tech Week 2026: Peran Perempuan dan Pembangunan Pusat Data

E-magazine Tahun XIX Edisi 178 - 2026

Jakarta, Bumntrack.co.id – Bali Tech Week (BTW) 2026 telah berlangsung di Denpasar dari hari Senin (19/10) dan akan berakhir pada hari Jumat (23/10).

Sejumlah isu seputar perkembangan teknologi diulas, termasuk topik kepemimpinan perempuan yang dibahas dalam sesi Women Tech Founder, Tea Talk with Minister pada hari pertama pelaksanaan forum.

Perbincangan tersebut diramaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid, Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Veranita Yosephine, dan para wanita pemangku jabatan lainnya.

Di samping infrastruktur yang andal, industri teknologi digital membutuhkan pengambilan keputusan yang matang. Perempuan berkontribusi sebagai penyumbang perspektif sekaligus pendorong lingkungan kerja yang inklusif.

“Peran perempuan menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi TelkomGroup.” ujar Veranita.

Persoalan mengenai kecerdasan artifisial (AI) turut didiskusikan dalam BTW 2026, seperti pembangunan pusat data serta penyiapan sumber daya.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengungkapkan bahwa pemerintah akan mendirikan pusat data di berbagai wilayah Indonesia demi mendukung pemanfaatan AI yang merata.

“Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN (Perusahaan Listrik Negara), operator jaringan, instansi yang menangani pertanahan, serta investor sangat diperlukan. Kolaborasi ini penting untuk memberikan kepastian mengenai ketersediaan lahan dan biaya,” ucap Wayan ketika menjadi narasumber pada hari Selasa (20/10).

Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyambut baik prospek AI.

Kemkomdigi dan Kemenko Hiltrans akan berkolaborasi untuk memetakan lokasi pusat data, terlebih sumber daya energi merupakan aspek yang vital bagi ekosistem AI.

“Kita akan membuat satu regulasi yang win-win. Kita silakan mereka masuk, tapi juga hargai, dan bagaimana berkolaborasi dengan pengusaha nasional, pengusaha daerah di mana investasi itu akan dilakukan,” terang Bahlil.

Penulis: Jovan. A. R.
Editor: Ismed Eka

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.