Bangun Kemandirian Mineral Strategis, Perminas dan ITB Perkuat Riset, Teknolodi dan Talenta

MoU Perminas dan ITB
BUMN Track E-Magazine

Jakarta, Bumntrack.co.id — PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau PERMINAS dan Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkuat kolaborasi untuk membangun kapabilitas nasional dalam teknologi pengolahan mineral strategis sekaligus menyiapkan talenta yang dibutuhkan industri masa depan Indonesia.

Kolaborasi tersebut dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Bandung, Selasa (15/9/2026) yang mencakup pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia.

Kerja sama ini berangkat dari keyakinan bahwa kemandirian Indonesia tidak cukup dibangun hanya dengan memiliki sumber daya alam. Nilai strategis mineral baru akan muncul ketika Indonesia mampu memahami karakter materialnya, mengembangkan teknologi pengolahannya, menguasai prosesnya, dan membangun manusia yang mampu terus menyempurnakan teknologi tersebut.

“Kami memiliki keyakinan yang sama bahwa kemandirian Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar kepemilikan sumber daya. Kita harus mampu memahami, mengembangkan, dan menguasai teknologinya sendiri. Kolaborasi PERMINAS dan ITB menjadi ruang yang sangat konkret untuk menerjemahkan gagasan kemandirian teknologi ke dalam kemampuan industri mineral strategis nasional,” ujar Gilarsi Wahju Setijono, Direktur Utama PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (17/9/26).

Melalui kolaborasi ini, PERMINAS akan membawa kebutuhan dan persoalan nyata industri—mulai dari karakterisasi mineral, teknologi ekstraksi dan pemurnian, material maju, hingga peningkatan efisiensi proses—sementara ITB memperkuatnya dengan kapasitas keilmuan, laboratorium, peneliti, dan pengembangan teknologi. Dengan pendekatan tersebut, riset diarahkan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi berkembang menuju technology mastery dan penerapan industri.

Pengembangan talenta menjadi pilar yang sama pentingnya. Kerja sama ini membuka ruang bagi pendidikan dan pelatihan yang lebih dekat dengan kebutuhan industri melalui riset bersama, tugas akhir berbasis problem industri, internship, specialist training, serta pengembangan talenta muda yang siap bekerja pada rantai nilai mineral strategis dari hulu hingga hilir.

“Perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan dan teknologi memberi dampak nyata bagi pembangunan bangsa. Kolaborasi dengan PERMINAS memungkinkan peneliti dan talenta ITB bekerja semakin dekat dengan persoalan industri mineral strategis, sekaligus mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi kemampuan teknologi yang dapat dimanfaatkan Indonesia,” ujar Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., Rektor Institut Teknologi Bandung.

Sinergi PERMINAS dan ITB mempertemukan tiga unsur utama: industry needs, research and technology capabilities, serta human capital development. Nota Kesepahaman ini berlaku selama lima tahun dan akan diturunkan secara bertahap ke dalam Program Kerja Sama (PKS) teknis, termasuk pemanfaatan bersama sumber daya, data dan informasi, fasilitas, serta infrastruktur kedua institusi.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.