BERITA

Bio Farma Luncurkan FastBio RBD dan VaccarBio, Kit diagnostik Covid-19

Bumntrack.co.id. Jakarta – Di tengah kembali naiknya penyebaran virus COVID-19 di Indonesia, Bio Farma meluncurkan produk terbarunya, berupa kit diagnostik dengan nama Fastbio-RBD dan alat pembawa vaksin (Vaccine Carrier) dengan nama VaccarBio.

“Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi, terus melakukan inovasi – inovasi yang berkaitan dengan kesehatan, salah satunya Fastbio-RBD 2019-nCoV Neutralizing Antibody Test & Fastbio-RBD Fia Meter serta electronic portable cooler dengan nama VaccarBio,” kata I.G.N Suharta Wijaya Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM Bio Farma dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (30/11/22).

Masyarakat yang telah mendapatkan vaksin COVID-19 maupun yang sudah terinfeksi secara alami dapat mengetahui jumlah antibodi spesifik yang ada di dalam tubuhnya terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dengan menggunakan kit diagnostik FastBio-RBD.

“Melalui FastBio dan VaccarBio, merupakan bentuk kontribusi Bio Farma dalam kondisi pandemik COVID-19. Melalui FastBio-RBD, kita bisa melihat pemetaan respon kekebalan masyarakat terhadap COVID-19. Dan melalui VaccarBio, kita bisa menjamin kualitas produk vaksin, dengan penjagaan suhu, sehingga dalam pengiriman vaksin tetap stabil untuk menjamin kualitas vaksin,” tambahnya.

Dengan FastBio-RBD, masyarakat dapat memantau jumlah antibody SARS-COV-2 dalam tubuh mereka untuk meningkatkan kehati-hatian dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Waktu yang tepat untuk menggunakan alat ini adalah, setelah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap atau setelah terpapar COVID-19. “Waktu paling tepat untuk melakukan pengujian menggunakan alat ini adalah empat minggu setelah di vaksinasi atau enam bulan setelah vaksinasi terakhir,” kata Kepala Divisi Penjualan Domestik Bio Farma, Mahsun Muhammadi.

“Pengukuran dilakukan pertama dengan pengambilan sample darah untuk kemudian diukur menggunakan FastBio. Pelayanan ini akan tersedia di jejaring lab dan klinik Holding BUMN Farmasi, dan menyusul juga tersedia di lab swasta,” tambah Mahsun.

Selain FastBio-RBD, pada saat yang bersamaan, Bio Farma juga meluncurkan produk lainnya, yaitu berupa Electronic portable cooler dengan nama VaccarBio, atau alat pembawa vaksin elektronik yang ringka serta mudah untuk digunakan. Alat ini merupakan hasil kolaborasi antara Bio Farma dengan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, yang dibangun sejak tahun 2019 yang lalu.

Produk ini berguna untuk menjaga suhu pengiriman sampel vaksin agar tetap dalam rentang suhu yang dipersyaratkan (2-8 derajat Celcius) sehingga masih sesuai dengan syarat penggunaan produk. VaccarBio sangat tepat digunakan untuk daerah-daerah sulit terjangkau, seperti di daerah pedalaman di Indonesia.

Keunggulan produk ini, bisa menahan suhu lingkungan dengan rentang suhu antara minus 5 derajat celcius hingga 45 derajat celcius dan tahan karat, anti api dan bisa digunakan untuk diluar maupun dalam ruangan dan mampu bertahan selama tujuh jam.

“VaccaBio menjadi wadah/pembawa vaksin, yang sudah terstandarisasi dan lulus uji validasi oleh lab Bio Farma, dengan pengaturan suhu aktif, dalam jangka waktu yang lama. Dan VaccarBio ini, dapat menjawab tantangan geografis di Indonesia, dalam hal pendistribusian vaksin,” ujar Mahsun.

Sehingga dengan demikian, VaccarBio bisa menjadi kekuatan dan harapan baru, dalam memberikan perlindungan ke seluruh wilayah Indonesia, dan menjadi komponen rantai dingin yang tidak terputus sejak dari Bio Farma, hingga digunakan di masyarakat.

Artikel Terkait

Back to top button