Dari Banten untuk Logistik Nasional, KAI Daop 1 Jakarta Angkut 71.860 Ton Peti Kemas

Dari Banten untuk Logistik Nasional, KAI Daop 1 Jakarta Angkut 71.860 Ton Peti Kemas
E-Magazine November - Desember 2025

Jakarta, Bumntrack.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta terus memperkuat layanan angkutan barang berbasis rel dari wilayah Provinsi Banten. Sepanjang semester I 2026, KAI Daop 1 Jakarta telah mengangkut sebanyak 71.860 ton peti kemas melalui relasi Krenceng–Pasoso–Kalimas.

Layanan angkutan barang tersebut diberangkatkan dari Stasiun Krenceng, Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan frekuensi perjalanan eksisting setiap dua hari. Sebagian besar barang yang diangkut berupa baja gulungan atau steel coil untuk mendukung kebutuhan distribusi industri ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, kereta api memiliki keunggulan dalam mengangkut barang berkapasitas besar secara aman, cepat, dan terjadwal.

“Provinsi Banten memiliki kawasan industri dan aktivitas logistik yang cukup besar. Melalui layanan angkutan peti kemas dari Krenceng, KAI Daop 1 Jakarta mendukung kelancaran distribusi barang dari Banten menggunakan moda transportasi yang memiliki kepastian jadwal perjalanan dan tidak terpengaruh kemacetan jalan raya,” ujar Franoto di Jakarta, Selasa (21/7/26).

Pada semester I 2025, volume angkutan peti kemas melalui relasi tersebut tercatat sebanyak 76.598 ton. Sementara itu, pada semester I 2026 volumenya mencapai 71.860 ton atau mengalami penurunan sebesar 4.738 ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun secara semesteran mengalami penyesuaian, kinerja angkutan barang pada triwulan II 2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Volume angkutan peti kemas pada triwulan II 2026 mencapai 44.103 ton, meningkat 58,9 persen dibandingkan triwulan I 2026 yang tercatat sebanyak 27.757 ton.

Realisasi triwulan II 2026 tersebut juga meningkat sekitar 9,4 persen dibandingkan triwulan II 2025 yang mencatat volume sebanyak 40.303 ton.

“Peningkatan pada triwulan kedua menunjukkan adanya pertumbuhan kebutuhan distribusi barang menggunakan kereta api. KAI akan terus menjaga keandalan layanan agar angkutan barang dari wilayah Banten dapat berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” kata Franoto.

Secara bulanan, volume angkutan peti kemas pada 2026 tercatat sebanyak 10.634 ton pada Januari, 7.292 ton pada Februari, 9.831 ton pada Maret, 11.843 ton pada April, 15.964 ton pada Mei, serta mencapai 16.296 ton pada Juni.

Pemanfaatan kereta api untuk distribusi barang dalam jumlah besar juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menangani kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) di jalan raya.

“Kami mengajak para pelaku industri dan perusahaan logistik untuk semakin memanfaatkan angkutan barang berbasis kereta api. Selain memiliki kapasitas angkut yang besar, layanan kereta api menawarkan perjalanan yang aman, tepat waktu, terjadwal, serta menjadi bagian dari upaya bersama mendukung pengurangan kendaraan ODOL di jalan raya. Dengan beralih ke angkutan rel, distribusi logistik dapat berlangsung lebih efisien sekaligus mendukung keselamatan transportasi nasional,” jelas Franoto.

Setiap perjalanan angkutan barang dilaksanakan dengan menerapkan standar operasional dan keselamatan, mulai dari proses pemuatan, perjalanan kereta api, hingga pembongkaran di stasiun tujuan.

“KAI Daop 1 Jakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan barang dari Provinsi Banten dan membuka peluang kerja sama dengan para pelaku industri. Kami berharap semakin banyak distribusi barang yang dapat dialihkan ke kereta api sebagai moda yang aman, cepat, tepat waktu, dan berkelanjutan,” tutup Franoto.

Bagikan:

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.