Jakarta, Bumntrack.co.id – Kepala BP BUMN Dony Oskaria menargetkan laba kolektif BUMN pada 2026 mencapai kisaran Rp340-350 triliun. Angka ini lebih tinggi dibanding laba 2025 yang diperkirakan mencapai kisaran Rp 280-285 triliun.
BP BUMN telah melakukan langkah strategis via Danantara yang akan mengelola perusahaan milik negara dengan efektif, efisien, dan professional. Hal ini sesuai dengan pidato Presiden Prabowo di World Economic Forum 2026 di Davos, pekan lalu.
“Kami tidak sekadar melakukan proses konsolidasi BUMN, tetapi melakukan review (penilaian) seluruh perusahaan BUMN secara fundamental,” kata Kepala BP BUMN Dony Oskaria di Jakarta, ditulis Kamis (29/1/26).
Proses peniliaian yang dilakukan pada BUMN itu mencakup bisnis model dan struktur biaya, analisis pasar, kondisi industri, hingga kapabilitas internal. Proses review yang holistik itu akan menjadi acuan Utama dalam konsolidasi BUMN. Dengan penilaian yang baik diharapkan konsolidasi akan semakin mempercepat laju kinerja BUMN.
“Bukan asal memilih mana yang dikonsolidasikan, tetapi melalui proses yang kita desain dengan sangat baik. Targetnya adalah memastikan BUMN memiliki kemampuan kompetisi yang berkelanjutan,” tambah Dony.
Sebagai contoh, BUMN asuransi yang akan dikonsolidasikan menjadi tiga perusahaan dari sebelumnya 15 perusahaan. “Kita punya 15 perusahaan asuransi yang saat ini sedang dilakukan proses konsolidasi. Tahun 2026 ini akan kami ‘push’ untuk dilakukan (konsolidasi), hanya akan menjadi 3 perusahaan asuransi,” jelasnya.
Pria yang juga Chief Operating Officer (COO) Danantara menegaskan bahwa BUMN di bawah pengelolaan Danantara akan bekerja keras untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan.
Dirinya optimis dengan semangat dan kerja penuh komitmen dari seluruh insan BUMN target yang dicanangkan pada 2026 akan tercapai. “Komitmen kerja keras dan semangat kebersamaan kita bertekad menjadikan perusahaan BUMN di bawah Danantara jadi perusahaan yang membanggakan,” pungkasnya.








